Masih Ingat Kisah 'Skandal' Ryan Giggs? Legenda Manchester United yang Pernah Selingkuh dengan Istri Adik Kandungnya
- Tangkapan laya ryangiggs cc
tvOnenews.com - Masih ingat kasus yang pernah mengguncang dunia sepak bola Inggris dan membuat nama besar Ryan Giggs tercoreng?
Bagi generasi Premier League era 1990–2000-an, Giggs bukan sekadar legenda Manchester United, melainkan simbol loyalitas, konsistensi, dan kejayaan.
Namun, di balik citra ikonik itu, kehidupan pribadinya pernah berubah menjadi drama panjang yang menyedot perhatian publik layaknya cerita sinetron.
Skandal demi skandal yang melibatkan Ryan Giggs kembali mencuat ke permukaan setelah ia terseret kasus dugaan kekerasan terhadap mantan kekasihnya.
Peristiwa tersebut membuat publik kembali menoleh ke masa lalu, ketika legenda Old Trafford itu pernah terlibat hubungan terlarang yang bukan hanya melanggar norma, tetapi juga melukai keluarganya sendiri.
Skandal Asmara yang Menghancurkan Keluarga
Nama Ryan Giggs kembali ramai diperbincangkan pada November 2020 setelah ia ditangkap polisi terkait dugaan tindak kekerasan terhadap pacarnya, Kate Greville.
Giggs dilaporkan pada Minggu malam (1/11/2020) waktu setempat dan dibebaskan dengan jaminan sehari kemudian.
Saat itu, ia telah menjalin hubungan dengan Greville sejak 2018, tidak lama setelah perceraiannya dengan Stacey Cooke pada 2017.

- Manchester United
Giggs dan Stacey Cooke menikah pada September 2007 dan dikaruniai dua orang anak. Namun, biduk rumah tangga tersebut ternyata diwarnai perselingkuhan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Fakta itu mencuat ke publik pada 2011 dan langsung memicu kehebohan nasional.
Pasalnya, perempuan yang menjadi selingkuhan Giggs bukan orang asing. Ia adalah Natasha, istri dari Rhodri Giggs, adik kandung Ryan sendiri.
Dengan kata lain, Natasha merupakan adik iparnya. Menurut laporan News of The World dan Herald Sun pada 2011, Ryan pertama kali bertemu Natasha pada 2003, jauh sebelum Natasha menikah dengan Rhodri.
Hubungan terlarang itu berlanjut bahkan setelah keduanya resmi menjadi ipar.
Setelah skandal tersebut terbongkar, Rhodri meninggalkan Natasha. Sang perempuan pun mengakui penyesalan mendalam atas hubungan gelap itu.
“Pada awalnya mengasyikkan tahu bahwa seseorang seterkenal dan dikagumi seperti Ryan ingin bersamaku. Tapi pada akhirnya semua jadi hambar,” ujar Natasha kepada The Sun tahun 2011.
Pernikahan Rhodri dan Natasha kandas di tahun yang sama. Enam tahun kemudian, giliran rumah tangga Ryan Giggs dan Stacey Cooke yang berakhir pada 2017.
Luka yang Membekas di Dalam Keluarga
Setahun setelah perceraiannya, Ryan Giggs ditunjuk sebagai manajer tim nasional Wales pada Januari 2018. Namun, alih-alih disambut dengan kebanggaan keluarga, pengangkatan itu justru membuka kembali luka lama.
Danny Giggs, ayah Ryan, secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa dan malunya kepada The Sun pada 2018.
“Aku seharusnya jadi ayah paling bangga di dunia, tapi aku malu dengan dirinya. Aku bahkan tak sudi menggunakan namanya. Aku lebih suka menyebutnya sebagai eks-pesepakbola,” kata Danny.
Ia juga mengaku mematikan televisi setiap kali melihat Ryan tampil di layar kaca. “Ia hanya mementingkan dirinya sendiri.
Ketika aku melihatnya di TV, aku langsung mematikannya. Kami sekeluarga begitu,” tambahnya.
Berbeda dengan sang ayah, Rhodri Giggs justru menunjukkan sikap yang lebih damai. Dalam wawancara yang dikutip HelloMagazine, ia mengaku telah memaafkan kakaknya.
“Aku sudah memaafkannya dua tahun lalu. Bersikap negatif tidaklah baik,” ujar Rhodri, seraya menegaskan bahwa semua pihak telah move on.

- tvOnenews.com - Ilham Giovani
Hall of Fame dan Polemik Reputasi
Di luar drama pribadi, Ryan Giggs tetap diakui sebagai salah satu pemain terhebat Premier League. Ia mencetak gol di setiap musim kompetisi hingga pensiun dan menjadi pemain dengan koleksi gelar liga terbanyak dalam sejarah.
Menurut laporan The Telegraph, Giggs sempat diproyeksikan menjadi anggota perdana Premier League Hall of Fame bersama Alan Shearer. Namun, pandemi COVID-19 dan kasus hukum yang menimpanya membuat namanya dicoret. Thierry Henry kemudian menggantikannya.
Pada Juli 2023, Giggs dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan perilaku koersif setelah mantan pacarnya menolak bersaksi dalam sidang ulang.
“Posisinya jelas, ia selalu tidak bersalah, dan banyak kebohongan telah disebarkan tentang dirinya,” ujar pengacaranya, Chris Daw KC, di Manchester Crown Court.
Meski tekanan publik untuk memasukkan kembali namanya ke Hall of Fame terus muncul, Giggs sendiri mengaku tak terlalu memikirkannya.
“Hall of Fame bukan tujuan utama seseorang bermain sepak bola,” kata Giggs kepada Daily Mail.
Premier League, dalam pernyataannya kepada Mirror Football, menegaskan bahwa proses pemilihan Hall of Fame mempertimbangkan banyak faktor dan diperbarui setiap tahun—tanpa menyebut nama Giggs secara spesifik.
Legenda di lapangan, kontroversial di luar lapangan, kisah Ryan Giggs tetap menjadi pengingat bahwa kejayaan tak selalu berjalan seiring dengan keteladanan. (udn)
Load more