Pemain Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pacar
- Instagram - Ricky Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Striker Timnas Indonesia, Ricky Pratama tengah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus penganiayaan terhadap kekasihnya. Laporan tersebut diajukan oleh seorang perempuan berinisial AD ke Polda Sulawesi Selatan pada Minggu, 15 Februari 2026.
Kuasa hukum AD, Eko Saputra, membenarkan adanya laporan resmi tersebut. Ia menyatakan kliennya menempuh jalur hukum karena merasa menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh pemain bersangkutan.
“Benar, siang tadi kami sudah melaporkan RP ke Polda Sulsel atas dugaan penganiayaan,” ujar Eko.
Menurut keterangan pihak pelapor, insiden dugaan kekerasan itu terjadi di kamar kos AD yang berada di kawasan dekat mes pemain PSM Makassar.
Peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 6 Februari 2026, ketika tim tengah mempersiapkan keberangkatan untuk laga tandang ke Yogyakarta.

- Instagram - Ricky Pratama
Eko mengungkapkan bahwa kliennya mengalami tindakan kekerasan fisik. Ia juga menyebut terdapat unsur ancaman serius yang dialami korban.
“Dari rekam medis, terdapat bekas cekikan di leher, cakaran di lengan, dan klien kami juga mendapat ancaman pembunuhan,” jelasnya.
Setelah kejadian itu, AD meminta agar dipulangkan ke kampung halamannya di Magelang. Tiket perjalanan sempat dibelikan, namun ia mengaku ditinggalkan sendirian di bandara setibanya di Yogyakarta.
Sosok Ricky Pratama sendiri dikenal sebagai salah satu penyerang yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia. Namanya sempat masuk radar tim nasional sejak era Shin Tae-yong, Indra Sjafri, hingga Gerald Vanenburg, termasuk memperkuat Timnas U-20 dan U-23.
Sementara itu, pihak PSM Makassar turut memberikan tanggapan terkait kabar yang berkembang. Media Officer klub, Sulaiman Karim, menegaskan bahwa manajemen telah memanggil pemain untuk meminta klarifikasi awal.
Ia mengatakan klub langsung mengambil langkah internal sebagai bentuk respons atas laporan yang mencuat di ruang publik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar dapat diverifikasi secara objektif.
“Merespons informasi yang beredar terkait laporan dugaan penganiayaan oleh saudara Ricky Pratama, pihak klub telah memanggil pemain untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan yang terjadi,” ujar Sulaiman kepada wartawan Selasa, 17 Februari 2026.
Load more