Jurnalis Inggris Sebut Marcus Rashford Bikin Ruang Ganti Manchester United Tak Nyaman, Michael Carrick Mulai Kehilangan Kepercayaan
- REUTERS/Susana Vera
Jakarta, tvOnenews.com - Kepulangan Marcus Rashford ke Manchester United ternyata belum berjalan mulus. Penyerang asal Inggris itu kini dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan dari Michael Carrick.
Rashford sempat tersingkir dari rencana tim pada Desember 2024 saat Ruben Amorim masih menangani Manchester United. Ia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa sebelum menjalani masa peminjaman bersama Barcelona.
Meski tampil cukup baik di Camp Nou, Barcelona tidak mempertahankannya pada musim panas. Rashford akhirnya kembali ke Old Trafford untuk memperjuangkan tempatnya di skuad utama.
Namun, kontribusinya sejauh ini dinilai belum sesuai harapan. Bahkan, ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan saat Manchester United ditahan imbang Leeds pada Minggu.
Jurnalis Inggris Alex Crook menilai Carrick mulai meragukan kemampuan Rashford untuk membantu tim. Ia juga menyoroti performa sang penyerang yang belum kembali ke level terbaiknya.
“Saya pikir dia mungkin sudah mencapai puncak performanya saat mencetak banyak gol di bawah Erik ten Hag pada musim 2022/2023,” kata Crook, dilansir dari talkSPORT.
Crook menilai kontrak bernilai besar yang diterima Rashford setelah musim tersebut kini menjadi beban bagi klub. Menurutnya, sang pemain belum menunjukkan performa yang sepadan dengan nilai kontraknya.
Ia sempat berharap pengalaman Rashford bersama Barcelona bisa membangkitkan kembali permainannya. Namun, Crook mengaku belum melihat perubahan signifikan sejak sang penyerang kembali ke Manchester.
Keputusan Carrick mencadangkan Rashford saat menghadapi Leeds juga dinilai bukan tanpa alasan. Crook menyoroti keputusan sang pelatih yang tidak memainkannya ketika MU membutuhkan gol untuk mengejar kemenangan.
Persoalan Rashford disebut tidak hanya berkaitan dengan performa di lapangan. Gajinya yang mencapai 325.000 poundsterling per pekan juga dikabarkan memicu ketidakpuasan sejumlah pemain di ruang ganti.
“Saya pikir kepulangannya telah menjadi masalah. Kemungkinan ada beberapa pemain di ruang ganti yang tidak senang karena dia mendapatkan begitu banyak uang,” ujar Crook.
Matheus Cunha turut menjadi sorotan dalam situasi tersebut. Crook menilai kedatangan Rashford memengaruhi posisi Cunha di lini serang, sehingga sang pemain terlihat mulai menunjukkan ketidakpuasan.
Menurut Crook, Manchester United sebelumnya memiliki keseimbangan yang baik di lini depan. Kombinasi Cunha, Bryan Mbeumo, Bruno Fernandes, Amad Diallo, dan Benjamin Sesko dinilai mampu memberikan variasi serangan.
Kini, keseimbangan tersebut disebut mulai terganggu setelah Rashford kembali. Crook menegaskan persoalannya bukan menyangkut hubungan pribadi, melainkan kontribusi Rashford yang belum sebanding dengan gajinya.
(sub)
Load more