Alasan Cristiano Ronaldo Tak Berguna Selama di Manchester United Dibongkar Erik ten Hag
- REUTERS/Pedro Nunes
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, membeberkan alasan Cristiano Ronaldo terpinggirkan di masa kepelatihannya. Sang pelatih asal Belanda mengaku kecewa kepada megabintang berusia 41 tahun itu.
Ronaldo kembali ke Old Trafford pada bursa transfer musim panas 2021 silam setelah meninggalkan Juventus. Namun, dia hanya bertahan selama semusim lebih seiring dengan kedatangan Ten Hag.
Man United mendatangkan pelatih asal Belanda pada Juli 2022 silam seusai kegemilangannya di Ajax Amsterdam. Semenjak kehadirannya, Ronaldo terpinggirkan dari skuad dan bahkan terdepak sebelum paruh musim.
Dia melakukan wawancara bersama jurnalis Piers Morgan sebelum Piala Dunia 2022. Ronaldo kemudian direkrut Al-Nassr beberapa hari sebelum pergantian tahun 2023.
CR7 masih di Al-Nassr pada saat ini selagi Ten Hag sudah lama dibuang oleh Manchester United. Dia bahkan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan melatih lagi selain menangani Bayer Leverkusen dalam waktu singkat pada 2025.
Setelah hampir empat tahun, Ten Hag akhirnya mengungkap soal pertikaiannya dengan Ronaldo. Dia mengklaim ada budaya toksik yang dihadirkan di skuad Man United.
“Mereka melanjutkan budaya beracun itu, mereka memicunya. Mereka memberikan kekuasaan kepada para pemain… terkadang, Anda harus melakukan koreksi,” kata Ten Hag kepada The Athletic.
Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik FC Twente itu mengaku dikecewakan oleh Ronaldo. Ten Hag bahkan mengklaim bahwa dirinya sempat terbang ke Portugal untuk berbicara dengan sang penyerang berusia 41 tahun.
“Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya, karena kami telah membuat rencana dengannya. Saya terbang ke Portugal untuk berbicara dengannya tentang apa yang saya tuju sebelum saya datang ke United,” tambahnya.
Ten Hag tidak mengelak soal kualitas Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun demikian, dia menilai bahwa Ronaldo tidak dapat berkontribusi dalam melakukan permainan pressing.
“Jelas, dia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Tetapi pada saat itu, sebagai manajer, saya harus membuat keputusan rasional dan mempertahankan pemain yang saya kagumi,” katanya.
“Saya menegurnya. Berkali-kali saya berkata, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untukmu agar kamu berada di posisi yang tepat, tetapi jika kamu tidak bisa masuk ke dalam kotak penalti, kamu tidak bisa mencetak gol’,” tambahnya.
“Dia tidak mampu melakukan itu. Salah jika mengatakan bahwa saya mengharapkan dia melakukan pressing, bahwa dia kelelahan. Tetapi dia tidak bisa. Dia tidak berlari baik saat menguasai bola maupun tidak. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan diri,” ungkap Ten Hag.
Ten Hag menyadari bahwa Ronaldo perlu dihormati sebagai salah satu pemain terbaik di tim. Namun, sang megabintang juga kurang berkontribusi dalam latihan.
“Setiap tim papan atas harus menghargai pemain terbaiknya, tetapi pemain terbaik juga harus bekerja untuk tim. Dia memberi tahu para pemain, ‘Hemat tenaga kalian saat latihan’,” sambungnya.
“Saya mengerti ketika Anda dalam kondisi prima – Anda menjalani sesi latihan, Anda bisa menghemat tenaga. Tetapi pertama-tama Anda harus melatih diri untuk mencapai tingkat kebugaran yang tepat,” tandasnya. (rda)
Load more