News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rekor Emil Audero Terhenti karena Juventus, Pelatih Cremonese: Saya Tidak Menyangka Mereka Lakukan …

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, berbicara setelah pertandingan melawan Juventus. Rekor kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, terpaksa terhenti dalam laga kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, ini.
Minggu, 2 November 2025 - 13:54 WIB
Gawang Emil Audero dibobol Filip Kostic
Sumber :
  • Juventus Official

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Cremonese, Davide Nicola, berbicara setelah pertandingan melawan Juventus. Rekor kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, terpaksa terhenti dalam laga kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, ini.

I Grigiorossi menjamu Si Nyonya Tua di Stadio Giovanni Zini, Minggu (2/11/2025) dini hari WIB. Mereka memiliki kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-0 atas Genoa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditambah lagi, Audero telah kembali setelah absen selama sebulan. Namun, Cremonese terpaksa mengakhiri laga dengan kekalahan.

Emil Audero dan Michele Di Gregorio
Emil Audero dan Michele Di Gregorio
Sumber :
  • Instagram/Juventus

 

Gawang Audero bergetar hanya dua menit setelah laga bergulir akibat Filip Kostic. Di paruh kedua, Andrea Cambiaso mencetak gol ke gawang tim tuan rumah.

Jamie Vardy sempat mengukir gol untuk Cremonese. Namun itu tidak cukup membantu karena mereka tetap takluk dengan skor 1-2.

Dengan hasil ini, Audero menghentikan rekornya yang impresif. Sebelumnya, kiper Timnas Indonesia itu melalui lima laga beruntun tanpa kebobolan.

Kiper berusia 28 tahun itu melalui dua laga di antaranya bersama Timnas Indonesia. Sedangkan tiga laga terakhir bersama Cremonese berhasil berakhir clean sheet.

Terakhir kali Audero kebobolan, sebelum laga kontra Juventus, adalah saat menghadapi Sassuolo pada bulan Agustus. Namun sayang, segalanya berakhir semalam.

Setelah laga, pelatih Davide Nicola mengatakan bahwa Grigiorossi merasa jengkel dengan yang terjadi di babak pertama. Mereka merasa telah membuang banyak peluang.

“Anak-anak membuat saya menyesal pada akhirnya, karena kami merasa jengkel setelah membuang babak pertama secara keseluruhan, namun mengakhiri laga kontra Juventus dengan penyesalan a dalah hal bagus, terutama setelah performa buruk melawan Inter,” kata Nicola kepada Sky Sport Italia.

Teun Koopmeiners dalam laga Juventus kontra Cremonese
Teun Koopmeiners dalam laga Juventus kontra Cremonese
Sumber :
  • REUTERS/Claudia Greco

 

Nicola meyakini ini bukan masalah pertahanan melainkan lini serang. Sebab, mereka mampu menciptakan peluang.

“Mungkin, kami kurang sesuatu dalam hal fisik di sepertiga akhir, namun secara fundamental, saya puas dengan penampilan keseluruhan. Jika kami mampu membukanya sedikit lebih awal, maka keadaan akan berjalan berbeda, namun hal seperti ini terjadi melawan tim yang sangat berkualitas,” tambahnya.

“Saya yakin tim ini akan membantu tim berkembang dan melangkah satu level di masa depan. Kami melalui pekan yang berat dengan menghadapi tiga laga di saat punya opsi yang terbatas, namun anak-anak memperlihatkan sikap yang tepat dan itu adalah hal berbeda untuk kalah dalam partai besar ketika Anda mempertahankan identitas, itu berbeda dengan kalah secara telak tanpa berjuang,” sambungnya.

Satu hal yang mengejutkan Nicola adalah bagaimana Luciano Spalletti langsung memainkan Khephren Thuram sejak menit pertama. Sebab, Thuram sebelumnya absen pada laga melawan Udinese.

Khephren Thuram cetak gol di laga Juventus kontra Inter Milan
Khephren Thuram cetak gol di laga Juventus kontra Inter Milan
Sumber :
  • REUTERS/Alberto Lingria

 

“Kami punya gambaran kasar tentang bagaimana Juventus akan bermain, mungkin mengubah satu atau dua pemain, karena kami tahu Kenan Yildiz dan Kelly absen. Kami benar-benar tidak menduga Thuram siap bermain sebagai starter, namun Locatelli melindungi pertahanan adalah sesuatu yang kami sudah ketahui, karena dia memainkan posisi itu di sebuah laga Coppa Italia,” tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mencoba untuk memodifikasi posisi dari tiga gelandang bergantung kepada lawan, ketika kami bisa menemukan celah dan menciptakan keseimbangan. Beruntungnya, ketiga gelandang kami serbabisa dan bisa bermain di berbagai peran,” tambahnya.

“Saya pada dasarnya gembira karena Cremonese menunjukkan kesolidan lagi malam ini dan kami sulit untuk dikalahkan,” pungkasnya. (rda)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Agenda Khusus Timnas Indonesia di FIFA Matchday November, Ajang John Herdman Pantau Pemain untuk Piala Asia 2027

Agenda Khusus Timnas Indonesia di FIFA Matchday November, Ajang John Herdman Pantau Pemain untuk Piala Asia 2027

Timnas Indonesia memanfaatkan FIFA Matchday November untuk menjalankan agenda khusus. Ajang ini jadi kesempatan John Herdman buat memantau sejumlah pemain.
Polisi dan BNN Sisir Kebun Kopi hingga Pelosok Desa, Petani Diajak Perangi Narkoba

Polisi dan BNN Sisir Kebun Kopi hingga Pelosok Desa, Petani Diajak Perangi Narkoba

Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika terus diperluas hingga kawasan pedesaan. Kali ini, jajaran Polres Pagar Alam bersama Badan Narkotika Nasio
Amankan 6.000 Patok Batas RI-Malaysia, BNPPDT dan TNI AD Gelar Forum Kajian Strategis TW IV

Amankan 6.000 Patok Batas RI-Malaysia, BNPPDT dan TNI AD Gelar Forum Kajian Strategis TW IV

Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) mengumpulkan jajaran Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) ...
Kuasa Hukum Irjen Ahrie Sonta Angkat Bicara, Sebut Kliennya akan Kooperatif

Kuasa Hukum Irjen Ahrie Sonta Angkat Bicara, Sebut Kliennya akan Kooperatif

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membentuk tim khusus untuk melakukan pendalaman terhadap kasus penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
KX-1 Series Kembali Digelar, Petarung 3 Negara Berebut Sabuk Dankor Brimob di Depok

KX-1 Series Kembali Digelar, Petarung 3 Negara Berebut Sabuk Dankor Brimob di Depok

Empat petarung dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan bersaing dalam KX-1 Series #10 di Depok untuk memperebutkan Sabuk Dankor Brimob kelas 85 kilogram.
Nasib Jorge Martin di MotoGP Qatar Masih Tanda Tanya, Jadwal Pemeriksaan Medis Kondisi Martinator Harus Diundur

Nasib Jorge Martin di MotoGP Qatar Masih Tanda Tanya, Jadwal Pemeriksaan Medis Kondisi Martinator Harus Diundur

Nasib rider Aprilia yakni Jorge Martin di MotoGP Qatar 2026 masih menjadi tanda tanya buntut cedera yang ia dapat saat Grand Prix Australia lalu.

Trending

Viral Pengakuan Pelari Perempuan Diduga Dilecehkan saat Sport Massage di GBK, Ini Kronologinya

Viral Pengakuan Pelari Perempuan Diduga Dilecehkan saat Sport Massage di GBK, Ini Kronologinya

Kasus dugaan pelecehan seksual saat sport massage di kawasan GBK viral di Threads. Korban mengaku diraba terapis tanpa persetujuan, Hamda DF akhirnya buka
Warga Binjai Ini Mencari Keadilan atas Saldo Senilai Rp 2,3 Miliar yang Raib di Maybank

Warga Binjai Ini Mencari Keadilan atas Saldo Senilai Rp 2,3 Miliar yang Raib di Maybank

Seorang nasabah Maybank, Mulyadi (54) warga Binjai, terus mencari keadilan atas dugaan saldo sebesar Rp2.349.000.000, di dalam rekening Maybank miliknya yang ti
Ganda tvOne Pertahankan Tradisi Medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia

Ganda tvOne Pertahankan Tradisi Medali di Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia

Purwanto-Salamun memastikan medali perunggu setelah mengalahkan pasangan Eka-Jiyanto dalam dua gim langsung dengan skor 21-9 dan 21-15.
Respons Jokowi soal Tawa Roy Suryo Pecah saat Ijazahnya Ditunjukkan: Kita Lihat

Respons Jokowi soal Tawa Roy Suryo Pecah saat Ijazahnya Ditunjukkan: Kita Lihat

Inilah respons Jokowi soal tawa Roy Suryo pecah saat dirinya menunjukkan ijazah S1-nya. Jokowi menanggapi tawa Roy dengan meminta semua pihak untuk menunggu keputusan majelis hakim.
Pesan Menohok Roy Suryo setelah Sidang di PN Jakarta Timur, Singgung Perbedaan Ijazah Jokowi

Pesan Menohok Roy Suryo setelah Sidang di PN Jakarta Timur, Singgung Perbedaan Ijazah Jokowi

Jokowi hadir sebagai saksi dan memperlihatkan ijazah pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sarjana di UGM.
Beda dari Timnas Indonesia, Pemain Australia Mogok Main Imbas Paksakan Tetap ke Yordania

Beda dari Timnas Indonesia, Pemain Australia Mogok Main Imbas Paksakan Tetap ke Yordania

Australia akan menghadapi Yordania di Stadion Internasional Amman, 17 November 2026. Sebelum laga ini, Australia akan menghadapi Qatar pada 14 November 2026.
Timnas Indonesia Bikin Pusing Yordania, Badou Zaki Buka Semua Opsi untuk Isi FIFA Matchday Novemeber 2026

Timnas Indonesia Bikin Pusing Yordania, Badou Zaki Buka Semua Opsi untuk Isi FIFA Matchday Novemeber 2026

Federasi Sepak Bola Yordania kini berpacu dengan waktu untuk mencari lawan pengganti agar agenda FIFA Matchday November tidak hanya diisi satu pertandingan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT