Terungkap! Alasan AC Milan Mundur Rekrut Jean-Philippe Mateta: Striker Incaran Wajib Operasi Lutut dan Absen 4 Bulan
- REUTERS/Hannah Mckay
Jakarta, tvOnenews.com – AC Milan akhirnya memutuskan menarik diri dari rencana merekrut Jean-Philippe Mateta setelah melalui proses evaluasi yang cukup panjang. Keputusan tersebut diambil menyusul temuan penting dalam tes medis yang membuat manajemen klub memilih bersikap lebih berhati-hati.
Saga transfer Mateta sebenarnya sempat mengarah pada akhir yang positif bagi Rossoneri. Penyerang asal Prancis itu bahkan disebut hampir pasti merapat ke San Siro sebelum situasi berubah drastis di tahap akhir negosiasi.
Sejak awal, Mateta diproyeksikan sebagai tambahan kekuatan di lini depan Milan. Pengalamannya di level kompetitif Eropa dinilai sejalan dengan kebutuhan tim yang tengah mencari solusi jangka pendek namun berdampak instan.
Namun, seperti yang pernah terjadi pada beberapa kasus sebelumnya, tes medis kembali menjadi penentu nasib sebuah transfer. Milan memilih tidak mengambil risiko besar yang berpotensi memengaruhi keseimbangan skuad hingga akhir musim.
Laporan awal menyebutkan bahwa Mateta masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan. Setelah perwakilan Milan mempelajari kondisi tersebut secara langsung, keputusan untuk menghentikan proses transfer pun diambil.
Situasi ini mengingatkan publik pada kegagalan transfer Victor Boniface pada bursa musim panas lalu. Saat itu, Milan juga mundur di tahap akhir karena pertimbangan medis yang serupa.
Seiring berjalannya waktu, fakta di balik gagalnya transfer Mateta mulai terungkap ke publik. Jurnalis Belgia, Sacha Tavolieri, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
“Selain persoalan terkait komisi agen, memang ada masalah fisik. Pemain asal Prancis itu membutuhkan operasi lutut agar bisa pulih sepenuhnya dan akan menepi selama tiga hingga empat bulan,” tulis Tavolieri melalui akun X miliknya.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa masalah Mateta bukan sekadar urusan negosiasi di atas meja. Cedera lutut yang memerlukan tindakan operasi menjadi faktor krusial yang membuat Milan memilih mundur.
Bagi Milan, absennya seorang pemain hingga empat bulan jelas bukan risiko kecil. Terlebih, klub membutuhkan kontribusi langsung dari setiap rekrutan di tengah jadwal padat dan persaingan ketat Serie A.
Keputusan ini menunjukkan pendekatan pragmatis yang kini diterapkan manajemen Rossoneri. Milan tampak belajar dari pengalaman masa lalu, di mana cedera pemain anyar kerap mengganggu stabilitas tim.
Di sisi lain, Mateta kini harus memusatkan perhatian pada proses pemulihan. Operasi lutut menjadi langkah penting agar ia bisa kembali ke kondisi terbaik dan melanjutkan kariernya tanpa bayang-bayang cedera.
Bagi sang pemain, kegagalan transfer ini tentu menjadi pukulan tersendiri. Kesempatan bergabung dengan klub besar seperti Milan tidak datang setiap saat, terlebih ketika pintu tersebut sudah nyaris terbuka.
Meski demikian, keputusan Milan juga bisa dipandang sebagai bentuk profesionalisme klub. Manajemen memilih menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang ketimbang mengambil keputusan emosional demi satu nama besar.
Dengan bursa transfer yang kian menipis waktunya, Milan kini harus mengalihkan fokus ke opsi lain. Rossoneri dituntut bergerak cepat, namun tetap cermat agar tidak mengulang situasi serupa.
Pada akhirnya, kisah Mateta menjadi pengingat bahwa transfer pemain tidak hanya soal kualitas di lapangan. Faktor kesehatan, kesiapan fisik, dan detail non-teknis kerap menjadi penentu yang tak bisa ditawar.
Milan mungkin kehilangan satu target potensial, tetapi mereka juga berhasil menghindari potensi masalah besar di masa depan. Dalam konteks ini, kehati-hatian justru bisa menjadi kemenangan tersendiri bagi Rossoneri.
(sub)
Load more