GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tembok Tinggi Medis AC Milan: Mengapa Rossoneri Berani Batalkan Kesepakatan 30 Juta Euro di Detik Akhir Bursa Transfer?

Badai polemik masih mengiringi AC Milan meski bursa transfer musim dingin telah resmi ditutup. Kegagalan Rossoneri memboyong Jean-Philippe Mateta jadi sorotan.
Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:00 WIB
Striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta di Liga Inggris
Sumber :
  • Reuters/Andrew Couldridge

Jakarta, tvOnenews.com – Badai polemik masih mengiringi AC Milan meski bursa transfer musim dingin telah resmi ditutup dengan berbagai dinamika. Sorotan tajam kini tertuju pada kegagalan Rossoneri mendatangkan penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta.

Kejadian tersebut meninggalkan tanda tanya besar di benak para penggemar yang berharap hadirnya amunisi baru di lini depan. Harapan itu sempat menguat karena Mateta dinilai sebagai solusi ideal untuk meningkatkan daya gedor tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyerang asal Prancis tersebut sebelumnya dipandang sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang klub. Namun optimisme itu berubah menjadi antiklimaks saat sang pemain bersiap menjalani tes medis tahap akhir.

Publik sempat meyakini pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu. Situasi berubah drastis ketika hasil awal pemeriksaan memunculkan kekhawatiran serius dari tim medis.

Sejumlah jurnalis ternama bahkan melaporkan bahwa kesepakatan senilai lebih dari 30 juta euro telah tercapai. Rencana besar itu runtuh hanya dalam hitungan jam setelah Milan menerima laporan medis yang krusial.

Manajemen klub akhirnya dipaksa mengambil langkah tegas di detik akhir bursa transfer. Keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas skuad dari risiko teknis maupun finansial.

Hantu Cedera Meniskus dan Risiko Tulang Rawan
Tim medis Milan memberi perhatian khusus pada lutut kanan Mateta yang memiliki riwayat cedera meniskus. Catatan cedera pada 2019 menjadi alarm kewaspadaan selama proses pemeriksaan di Milanello.

Jean-Philippe Mateta
Jean-Philippe Mateta
Sumber :
  • Instagram/@iammateta

Ketelitian tersebut menegaskan prinsip Milan yang enggan mengambil risiko besar dalam waktu singkat. Klub tak ingin terjebak pada keputusan impulsif hanya karena tekanan bursa transfer.

Pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya gangguan pada tulang rawan yang dinilai berbahaya bagi stabilitas sendi. Tim dokter menilai kondisi tersebut berpotensi memburuk jika dipaksakan bermain.

Pilihan yang tersedia bagi Mateta hanyalah operasi segera atau tetap bermain dengan bantuan medis. Kedua opsi itu dinilai tidak sejalan dengan standar kebugaran yang diterapkan Milan.

Setelah melalui diskusi panjang, rekomendasi pembatalan transfer pun diambil. Klub menilai kondisi fisik sang pemain belum memenuhi ambang batas keamanan jangka panjang.

Keputusan pahit ini diambil dengan mempertimbangkan masa depan karier pemain dan investasi klub. Milan tidak ingin mengulangi kesalahan merekrut pemain yang berisiko absen lama.

Integritas Medis di Atas Ambisi Prestasi
Langkah Milan memicu kritik dari sebagian pihak yang menilai klub terlalu berhati-hati. Namun manajemen menegaskan keselamatan pemain tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dinegosiasikan.

Bagi Milan, fondasi prestasi harus dibangun dari kondisi fisik yang benar-benar prima. Ambisi besar tidak boleh mengorbankan kesehatan pemain dalam jangka panjang.

Tes Medis Gagal, Victor Boniface Ungkap Rahasia Cedera yang Bikin Milan Mundur
Tes Medis Gagal, Victor Boniface Ungkap Rahasia Cedera yang Bikin Milan Mundur
Sumber :
  • ANTARA

Rekam jejak Rossoneri dalam mendeteksi masalah medis sebelum transfer bukanlah hal baru. Kasus Victor Boniface, Antonee Robinson, hingga Ivan Strinic menjadi bukti konsistensi tersebut.

Dalam beberapa kasus, temuan medis bahkan membantu pemain menyadari risiko kesehatan lebih dini. Milan pun terhindar dari potensi kerugian besar akibat cedera berkepanjangan.

Mengalihkan target transfer di menit akhir bukan perkara mudah bagi klub mana pun. Setiap negosiasi melibatkan rantai kesepakatan yang kompleks antar banyak pihak.

Dana besar yang telah disiapkan untuk Mateta juga tidak bisa serta-merta dialihkan. Proses teknis dan administratif membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Menatap Masa Depan dengan Prinsip Teguh
AC Milan lebih memilih kehilangan target utama daripada menanggung risiko cedera jangka panjang. Keputusan ini menjadi bentuk perlindungan finansial di tengah ketatnya industri sepak bola modern.

Sikap tegas tersebut justru memperkuat reputasi Milan sebagai klub yang profesional dan disiplin. Standar tinggi diyakini menjadi fondasi keberlanjutan prestasi jangka panjang.

Jika suatu hari Mateta bersinar bersama klub lain, Milan tetap teguh pada prinsipnya. Keselamatan pemain tetap menjadi garis batas yang tidak akan dilanggar.

Kini fokus tim diarahkan untuk memaksimalkan skuad yang ada hingga akhir musim. Manajemen berharap publik memahami bahwa keputusan sulit ini diambil demi kepentingan klub secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan menuju kejayaan tidak selalu ditempuh dengan jalan pintas. Kesabaran, visi jangka panjang, dan komitmen terhadap standar kualitas menjadi kunci yang terus dijaga Rossoneri.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.
Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro mencatatkan pengungkapan sejumlah perkara menonjol dalam periode kepemimpinan AKP Bayu Adjie Sudarmono sebagai Kasat Reskrim.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT