Eks Kiper Timnas Italia Ini Akui Menyesal Gabung Inter Milan: Keputusan Terburuk dan Sangat Disesali
- UEFA
Jakarta, tvOnenews.com - Eks bintang Arsenal dan Inter Milan, Emiliano Viviano, akhirnya membuka suara soal salah satu episode paling pahit dalam karier profesionalnya. Ia secara jujur mengakui bahwa kepindahannya ke Inter Milan menjadi satu-satunya penyesalan terbesar yang masih ia bawa hingga kini.
Pengakuan tersebut disampaikan Viviano dalam sebuah wawancara dengan media Italia, La Gazzetta dello Sport. Dalam perbincangan itu, ia merefleksikan perjalanan panjang kariernya yang sarat dengan keputusan emosional.
Viviano tidak menampik bahwa banyak langkah dalam hidup sepak bolanya diambil berdasarkan insting. Namun, keputusan terkait Inter Milan ia anggap sebagai kesalahan yang paling ia sesali.
“Dalam karier saya, saya mengambil banyak keputusan dengan perasaan. Tapi yang benar-benar saya sesali hanya satu, yaitu Inter,” ungkap Viviano dengan nada reflektif.
Ia menjelaskan bahwa selama berada di Inter, dirinya justru tidak pernah mendapatkan kesempatan bermain. Hal itu terjadi karena ia berusaha keras untuk meninggalkan klub, bahkan bertentangan dengan keinginan manajemen saat itu.
Viviano mengungkapkan bahwa Inter sebenarnya memiliki rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk posisi penjaga gawang. Julio Cesar kala itu berada di musim terakhirnya, dan klub tengah menyiapkan transisi ke era baru.
“Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka melihat saya sebagai bagian dari masa depan. Namun saya tidak mempercayainya, dan itu adalah kesalahan saya,” tutur Viviano.
Ketertarikan Inter terhadap Viviano sejatinya sudah muncul jauh sebelum kepindahannya terealisasi. Saat masih membela Bologna dengan status kepemilikan bersama, namanya sudah masuk radar pelatih legendaris Jose Mourinho.
Viviano mengenang satu momen unik ketika menghadapi Inter bersama Bologna. Mourinho berdiri tepat di belakang gawangnya selama sesi pemanasan, sebuah gestur yang sarat makna.
“Itu cara Mourinho memberi tahu saya bahwa ia sedang mengamati. Sekaligus tekanan mental untuk melihat bagaimana saya bereaksi,” kenangnya.
Babak lain kisah Viviano dan Inter terjadi setelah masa baktinya di Sporting CP pada musim 2019. Saat itu, cedera yang menimpa Samir Handanovic membuka peluang bagi Viviano untuk kembali ke Giuseppe Meazza.
Load more