Jose Mourinho Angkat Bicara Soal Comeback ke Real Madrid, Singgung Hubungan dengan Florentino Perez
- REUTERS/Pedro Rocha
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik membahas kemungkinan kembali ke Santiago Bernabeu sebagai pelatih tuan rumah jelang duel melawan Real Madrid pada babak play-off Liga Champions. Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan pelatih Los Blancos, Alvaro Arbeloa, yang dinilai belum pasti setelah musim panas nanti.
Situasi tersebut membuat sejumlah nama besar mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Real Madrid. Arbeloa sebelumnya dipercaya menggantikan Xabi Alonso, namun hingga kini belum ada kandidat kuat yang dipastikan akan menjadi penerusnya secara jangka panjang.
Nama Jurgen Klopp sempat mencuat sebagai salah satu calon pelatih baru. Namun, mantan manajer Liverpool itu juga disebut tidak berminat mengambil pekerjaan tersebut, sehingga membuka ruang bagi spekulasi lain.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, diketahui memiliki hubungan baik dengan Mourinho. Kedekatan itu semakin memicu rumor bahwa pelatih asal Portugal tersebut bisa kembali ke klub yang pernah ia tangani selama empat musim.
“Ya, bisa,” jawab Mourinho ketika ditanya apakah mungkin untuk menolak Real Madrid, dan kemudian menjelaskan bahwa dia belum berbicara dengan Perez sejak awal musim.
“Terakhir kali adalah ketika saya menandatangani kontrak dengan Benfica. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sangat senang karena saya telah bergabung dengan klub besar. Dia tidak datang ke pertandingan sebelumnya; saya harap dia akan hadir besok dan saya bisa berbicara dengannya. Kami berteman baik,” katanya kepada Diario AS.
Mourinho kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memunculkan rumor yang tidak berdasar. Ia memilih fokus pada pekerjaannya bersama Benfica, terlebih kontraknya masih tersisa satu tahun lagi.
“Saya tidak ingin memicu cerita yang tidak ada” – Mourinho.
“Saya memberikan segalanya untuk Real Madrid. Saya melakukan beberapa hal dengan baik dan beberapa hal dengan buruk, tetapi saya memberikan yang terbaik. Ketika seorang profesional memberikan segalanya, ada ikatan yang bertahan selamanya. Perasaan saya setelah 12 tahun bersama para penggemar Madrid sama seperti perasaan saya sendiri: mereka menghormati saya dan sangat menghargai saya. Itu fantastis bagi saya.”
Pelatih berusia 63 tahun itu juga mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Real Madrid. Ia merasa respek yang diberikan oleh para pendukung Los Blancos menjadi kenangan yang tak terlupakan.
“Saya tidak ingin memicu cerita yang tidak ada. Saya masih memiliki satu tahun lagi dalam kontrak saya dengan Benfica; ini istimewa karena ini adalah periode pemilihan dan kami ingin melindungi presiden baru. Kontrak itu memiliki klausul yang mudah dibatalkan. Saya tidak punya masalah dengan Real Madrid. Saya ingin sekali menyingkirkan Real Madrid, tetapi saya sangat ingin Arbeloa memenangkan La Liga dan tetap di Real Madrid selama bertahun-tahun, karena dia memiliki banyak bakat. Dia adalah seorang Madridista sejati dan memiliki banyak kepribadian.”
Masa kepemimpinan Mourinho di Madrid memang meninggalkan kesan beragam. Selain membawa trofi, gaya kepemimpinannya yang keras dan penuh kontroversi juga kerap menjadi sorotan media.
“Saya tidak akan mengubah apa pun karena saya tidak bisa mengubah apa pun sekarang. Saya senang telah memberikan yang terbaik. Tidak masalah jika Anda melakukan kesalahan, karena Anda telah memberikan semua yang Anda miliki. Itulah yang saya katakan kepada para pemain saya. Jika Anda gagal, tidak apa-apa, Anda telah mencoba segalanya. Saya senang dengan diri saya sendiri.”
Ia juga menegaskan tidak menyesali keputusannya meninggalkan Real Madrid. Mourinho menganggap langkah tersebut sebagai pilihan terbaik bagi semua pihak, termasuk dirinya dan klub.
“Saya pasti salah satu dari sedikit pelatih Real Madrid yang pergi tanpa dipecat. Ketika Anda pergi atas kemauan sendiri, Anda tidak perlu iri. Saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang dikatakan presiden kepada saya ketika saya pergi: 'Sekarang bagian yang mudah, bagian yang sulit sudah berakhir.' Keluarga saya adalah hal terpenting bagi saya, dan itu adalah hal terbaik.”
“Itu juga hal terbaik bagi Real Madrid. Setelah tahun-tahun yang sulit, intens, dan penuh gejolak, semua yang telah dilakukan Real Madrid sejak saat itu hanya membawa kebahagiaan bagi saya. Saya tidak merasa menjadi bagian dari apa pun; pujian pantas diberikan kepada mereka yang berada di sana. Estádio da Luz adalah stadion kebahagiaan bagi Real Madrid. Mereka kalah, tetapi mereka tidak tersingkir; mereka memenangkan gelar Liga Champions di sini.”
Real Madrid sendiri datang ke Lisbon dengan misi membalas kekalahan dari Benfica pada leg sebelumnya. Los Blancos berpeluang menurunkan kekuatan terbaik, termasuk Kylian Mbappe yang siap kembali merumput.
Namun, Madrid harus kehilangan Raul Asencio akibat hukuman larangan bermain. Sementara itu, Dani Carvajal dan Trent Alexander-Arnold berpeluang tampil sejak awal, setelah sebelumnya absen pada pertemuan pertama. (fan)
Load more