Dulu Diejek Media Belanda, Kini Maarten Paes Malah Dipuji Habis-habisan
- Instagram @maartenpaes
tvOnenews.com - Transfer Maarten Paes ke Ajax pada Januari 2026 sempat menuai pro dan kontra di Belanda.
Ada yang memuji langkah berani raksasa Eredivisie itu, namun tak sedikit pula yang menyebut Ajax “tertipu” dalam proses negosiasi dengan FC Dallas.
Kini, narasi tersebut mulai berubah. Penampilan impresif Paes dalam debutnya justru membuat sebagian media Belanda berbalik arah dan mengakui kualitas kiper Timnas Indonesia tersebut.
Kedatangan Paes ke Amsterdam dilaporkan lebih dulu oleh surat kabar Algemeen Dagblad, yang menyebut sang kiper mencapai kesepakatan kontrak tiga setengah tahun.

- Ajax
Menurut jurnalis transfer dari SoccerNews, Mounir Boualin, Ajax harus merogoh kocek 1,2 hingga 1,25 juta euro untuk menebus Paes dari FC Dallas (sekitar Rp24 miliar).
Namun sebelumnya media FootballTransfers menilai nilai tersebut terlalu tinggi.
Berdasarkan estimasi internal mereka, harga pasar Paes disebut hanya sekitar 900 ribu euro.
"Mengingat biaya transfer sebesar 1,25 juta euro, tampaknya Ajax pada dasarnya ditipu oleh FC Dallas," tulis Football Transfers.
Meski nominal tersebut tergolong kecil untuk ukuran klub sebesar Ajax, kritik tetap bermunculan.
Apalagi saat itu posisi kiper utama belum sepenuhnya kosong dan status Paes diproyeksikan hanya sebagai pelapis.
Pengamat sepak bola Belanda, Cristian Willaert, bahkan menyebut di ESPN bahwa Paes kemungkinan besar bukan pilihan utama.
"Saya rasa dia tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai pilihan kedua yang berpengalaman, di belakang kiper pilihan utama baru yang masih perlu didapatkan," ujarnya.
Kritik tersebut perlahan mereda setelah Paes menjalani debutnya melawan NEC Nijmegen.
Ia mendapat kesempatan tampil karena kiper utama mengalami cedera.
Dalam laga tersebut, Paes mencatatkan tujuh penyelamatan penting dan tampil tenang di bawah tekanan.
"Debut impresif Maarten Paes saat menghadapi NEC Nijmegen berbanding terbalik dengan Remko Pasveer, yang tampil kurang meyakinkan bersama Heracles Almelo," ulas media Belanda, Voetbalprimeur.
"Refleks cepat dan ketenangannya di bawah mistar membuat publik Amsterdam terkesan," tambah media Belanda itu lagi.
Sementara itu, mantan kiper Ajax, Remko Pasveer, justru menjalani malam buruk bersama Heracles Almelo.
Dalam laga melawan Go Ahead Eagles, ia melakukan dua kesalahan fatal yang berujung kekalahan telak 0-4.
Perbandingan performa tersebut semakin memperkuat kesan bahwa keputusan Ajax melepas Pasveer dan merekrut Paes bukanlah langkah gegabah.
Paes sendiri mengaku merasakan perkembangan signifikan hanya dalam dua pekan sejak bergabung.
“Saya merasa prima secara fisik dan sudah melihat banyak perkembangan dalam dua pekan ini. Ini klub besar, dan itu terlihat dari segala aspek,” ujar Paes.
Ia juga menyadari masih perlu membangun chemistry dengan lini belakang Ajax.
Beberapa kesalahan kecil dalam distribusi bola disebutnya sebagai bagian dari proses adaptasi.
“Saya membuat beberapa penyelamatan bagus. Itu bisa jadi fondasi untuk terus berkembang,” katanya.
Secara historis, Ajax memang dikenal sebagai klub yang mengutamakan kemampuan kiper dalam membangun serangan dari belakang.
Filosofi total football menuntut penjaga gawang tidak hanya piawai menghalau bola, tetapi juga nyaman dalam penguasaan dan distribusi.
Kepindahan Paes juga dikaitkan dengan kehadiran Direktur Teknik baru Ajax, Jordi Cruyff, yang juga menjabat penasihat PSSI. Ia disebut memahami betul karakter permainan Paes, termasuk kiprahnya bersama Timnas Indonesia.
Selain itu, ada pula pengaruh Denny Landzaat yang memiliki kedekatan dengan lingkungan sepak bola Indonesia. Kombinasi faktor teknis dan jaringan personal ini diyakini memperlancar proses negosiasi.
Bagi Paes, transfer ini sekaligus menjadi momen “pulang kampung”. Ia memulai karier profesionalnya di NEC Nijmegen sebelum hijrah ke FC Utrecht dan kemudian merantau ke Major League Soccer bersama FC Dallas pada 2022.
Kini, setelah empat musim di Amerika Serikat, ia kembali ke Eredivisie dengan status sebagai kiper internasional Indonesia.
Perjalanan Paes di Ajax memang masih panjang. Statusnya sebagai opsi kedua membuatnya harus terus membuktikan diri di setiap kesempatan.
Namun satu hal mulai terlihat jelas: narasi yang semula mempertanyakan nilai transfernya perlahan berubah menjadi pengakuan atas kualitasnya.
Dari yang sempat dicibir “kemahalan”, kini Maarten Paes justru menjadi sorotan positif media Belanda.
Jika konsistensinya terjaga, bukan tidak mungkin ia menggeser statusnya dari sekadar pelapis menjadi pilihan utama di bawah mistar Ajax.
(tsy)
Load more