Blunder Transfer Rossoneri: AC Milan Kini Gigit Jari Lihat Pierre Kalulu Bersinar di Juventus
- REUTERS/Jennifer Lorenzini
Menurutnya, jadwal pertandingan yang langsung berjalan membuatnya hampir tidak memiliki waktu untuk memikirkan banyak hal di luar lapangan. Ia harus segera fokus pada latihan dan pertandingan demi menyesuaikan diri dengan tim barunya.
Meski demikian, Kalulu merasa beruntung karena mendapat sambutan hangat dari lingkungan barunya di Juventus. Ia bahkan menemukan beberapa orang di klub yang bisa berbicara bahasa Prancis sehingga proses adaptasi berjalan lebih mudah.
“Saya menemukan lingkungan yang sangat ramah dan bahkan ada orang-orang yang berbicara bahasa Prancis, jadi lebih mudah bagi saya untuk menyesuaikan diri,” tuturnya.
Kalulu juga mengenang beberapa momen sulit yang pernah ia alami sepanjang karier profesionalnya. Salah satunya terjadi pada periode awal ketika ia baru bergabung dengan Milan beberapa tahun lalu.
“Saat pertama kali menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak langsung bermain. Selama lima bulan saya hanya berlatih tanpa kesempatan tampil di pertandingan,” ungkapnya.
Situasi itu semakin berat ketika ia kemudian mengalami cedera yang memaksanya menjalani operasi. Bagi seorang pemain sepak bola, menonton rekan setim bertanding dari pinggir lapangan tentu bukan pengalaman yang menyenangkan.
Namun Kalulu mencoba menghadapi masa sulit tersebut dengan cara yang sederhana. Ia selalu berusaha menetapkan tujuan, baik tujuan besar untuk masa depan maupun target kecil yang bisa dicapai setiap hari.
“Bahkan memperbaiki satu hal kecil dalam permainan bisa menjadi motivasi,” jelasnya. Ia percaya bahwa setiap fase dalam karier, baik yang menyenangkan maupun yang sulit, pada akhirnya akan berlalu.
“Semua hal akan lewat, baik yang baik maupun yang buruk,” kata Kalulu. “Yang menentukan adalah bagaimana Anda memilih untuk menghadapinya dan berapa lama Anda ingin hal itu bertahan.”
(sub)
Load more