Rival Shin Tae-yong Bikin Kontroversi di Thailand, Pemilik Kanchanaburi FC Langsung Pasang Badan
- vff.org.vn
Di tengah upayanya meningkatkan performa tim, Park Hang-seo justru lebih sering menjadi perbincangan publik Thailand karena kritik kerasnya terhadap kepemimpinan wasit.
Menurut laporan media lokal, termasuk Bao Van Hoa, pada bulan lalu, Park sempat memicu kontroversi setelah meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilainya kurang berpengalaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan melontarkan pernyataan tajam yang membandingkan sepak bola Thailand dengan Vietnam.
"Sekarang saya mengerti mengapa sepak bola Thailand selalu kalah dari Vietnam."
Pernyataan itu langsung memicu perdebatan dan menjadi sorotan di Thailand. Setelah kontroversi tersebut mencuat, Park akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Namun, polemik mengenai kepemimpinan wasit tampaknya belum benar-benar berakhir. Park kembali menunjukkan kemarahannya setelah Kanchanaburi FC bermain imbang 1-1 melawan Muang Rui United FC pada pertandingan pekan ketujuh liga, 17 Oktober.
Dalam pertandingan tersebut, Kanchanaburi sempat berada di ambang kemenangan setelah Patrick Marcelino mencetak gol pembuka pada menit ke-30 babak kedua.
Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu sirna setelah Thiago Dučarci mencetak gol penyeimbang pada menit keenam masa tambahan waktu.
Hasil tersebut membuat Park semakin kecewa, terutama karena persoalan waktu tambahan menjadi pemicu utama protesnya terhadap wasit.
Pasalnya, wasit keempat hanya menunjukkan tambahan waktu selama lima menit. Namun, pertandingan tetap berlangsung melewati batas waktu yang diumumkan hingga akhirnya Kanchanaburi kebobolan gol penyama kedudukan.
Begitu peluit panjang dibunyikan, Park langsung bergegas memasuki lapangan untuk melayangkan protes keras kepada wasit. Situasi sempat memanas hingga staf pelatih harus berusaha menahan dan menenangkan dirinya.
Park kemudian kembali menyuarakan kekecewaannya setelah pertandingan. Dikutip dari Bao Tuoi Tre, ia menegaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata mengenai hasil akhir pertandingan, melainkan kualitas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan perjuangan para pemain.
"Saya tidak berbicara tentang menang atau kalah. Namun, wasit yang memimpin pertandingan seperti ini merusak segalanya. Keringat, usaha, semangat, dan semua waktu itu terbuang sia-sia."
Ia juga menyampaikan peringatan keras terkait kondisi sepak bola Thailand apabila persoalan serupa terus berulang tanpa adanya perbaikan.
Load more