News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Zidane Tak Bangga dengan Cara Akhiri Karier di Piala Dunia, Sebenarnya Apa yang Terjadi?

Setelah hampir 14 tahun sejak insiden final Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane mengaku menyesal mengakhiri karier di tim nasional Prancis dengan kartu merah.
Senin, 20 Juni 2022 - 20:36 WIB
Zinedine Zidane menerima sanksi kartu merah di final Piala Dunia 2006.
Sumber :
  • rte

Paris, Prancis – Setelah hampir 14 tahun sejak insiden final Piala Dunia 2006, Zinedine Zidane mengaku menyesal mengakhiri karier di tim nasional Prancis dengan kartu merah.

Sepakbola masih penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada final Piala Dunia 2006 kala Italia dan Prancis bertemu di Berlin, Jerman? Apa pertikaian yang melibatkan dua sosok sentral, yang sama-sama mencetak gol hingga pertandingan berakhir imbang 1-1 sebelum dua negara terlibat adu penalti?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Final Piala Dunia 2006 meninggalkan kenangan ikonik karena berbagai hal yang memadat pada dua nama: Zinedine Zidane dan Marco Materazzi. Kapten Prancis dan bek Italia menjadi dua aktor utama karena terlibat pada semua peristiwa besar yang mengejutkan dunia dan tak habis dalam satu cerita.

Bek Materazzi memulai drama kala menjegal serbuan gelandang sayap Prancis, Florent Malouda, saat masuk ke petak penalti Italia pada lima menit pertama pertandingan. Wasit langsung menunjuk titik putih, sebagai pertanda vonis hukuman. Dan Zidane maju untuk menjalankan tugas sebagai eksekutor.

 

Penalti Sempurna Zidane

Kapten Prancis mengerjakan eksekusi penalti dengan ketenangan tingkat tinggi. Bintang Real Madrid sudah paham bagaimana menaklukkan Gianluigi Buffon, kiper Italia yang pernah jadi rekan mudanya semasa di Juventus. Dengan tendangan ala Anton Panenka, Zidane memperdaya Buffon. Skor 1-0.

Dunia terperangah. Tak ada yang mengira Zizou akan berani mengerjakan penalti dengan teknik yang butuh kematangan dan ketenangan.

"Saya punya satu atau dua detik untuk berpikir tentang bagaimana mengambil penalti. Seorang penjaga gawang yang mengenal saya dengan sangat baik sedang berdiri di depan saya. Jadi saya harus cepat memikirkan sesuatu," ucap Zidane, mengaku tidak melakukan kegilaan karena ia yakin pada tekniknya.

Materazzi lalu mencari cara pembalasan. Lebih dari 10 menit sesudah penalti Zidane, Italia memperoleh sepak pojok sesudah bek Prancis, Eric Abidal, memblok bola tendangan Mauro Camoranesi. Playmaker Andrea Pirlo menendang si kulit bulat, melambung ke arah depan mulut gawang kiper Fabien Barthez.

 

Gol Balasan Materazzi

Sebagai pemain paling tinggi di antara kerumunan pemain Prancis dan Italia, Materazzi memenangi duel udara dan menanduk keras bola ke gawang Barthez. Dari pemain yang menyebabkan timnya terkena sanksi penalti, The Matrix Materazzi tampil menghidupkan kembali harapan hidup Gli Azzurri. Skor 1-1.

Pertandingan terus berjalan dengan tempo cepat. Emosi mulai meningkat. Tapi babak pertama berakhir tanpa ada gol lain. Dua kubu masih memperagakan permainan menarik. Para pemain, yang sebagian besar saling kenal karena bergabung di beberapa klub dan kompetisi yang sama, saling lontar provokasi.

Babak kedua juga berakhir tanpa gol tambahan. Dan memasuki babak tambahan bagian pertama, gol jua tak kunjung lahir. Dalam keadaan lelah, hormon adrenalin mengalir deras, dan emosi terbakar, insiden terjadi pada paruh kedua extra time yang melibatkan dua pemain pembuat gol di masing-masing kubu.

 

Zidane vs Materazzi

Entah siapa yang memulai perseteruan lebih dulu tapi rekaman televisi memperlihatkan Zidane tiba-tiba berbalik dan menanduk dada Materazzi hingga terjengkang kesakitan. Wasit tidak melihat kejadian tapi asistennya mengaku dapat memberi informasi tentang tindakan kekerasan yang terjadi di lapangan.

Wasit Horacio Elizondo mengganjar Zidane dengan kartu merah. Dan tanpa sang kapten, Prancis bagai kehilangan konsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Setelah skor tetap 1-1, dua negara beradu lagi pada babak tendangan penalti. Dan David Trezeguet gagal menaklukkan Buffon, rekannya di Juventus.

Italia jadi juara dunia 2006. Prancis gagal mengulang kenangan delapan tahun sebelumnya kala menang 3-0 atas Brasil pada final Piala Dunia 1998 dengan dua gol dari kepala Zidane yang mengerjakan fungsi lain daripada saat ia menanduk dada Materazzi pada pertandingan terakhirnya di pentas internasional.

Zinedine Zidane pensiun. "Saya sama sekali tidak bangga dengan apa yang saya lakukan, tetapi itu ialah bagian dari masa lalu saya," kata bintang Nomor 10 Prancis yang pamit dari tim nasional Prancis setelah memberi 31 gol dari 108 pertandingan dan mempersembahkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Rumor menyebut Materazzi menghina ibu Zidane. Dengan bahasa Italia, bek asal Internazionale Milano merendahkan martabat keluarga pemain Muslim keturunan Aljazair. Tapi sebenarnya apa yang terjadi?

"Ada sedikit kontak antara kami di area lapangan. Ia sudah mencetak gol Prancis pada babak pertama dan pelatih kami [Marcello Lippi] menyuruh saya untuk menjaga ia. Setelah gesekan pertama di antara kami, saya meminta maaf tetapi ia bereaksi buruk," jelas Materazzi sekian tahun setelah final di Berlin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah bentrokan ketiga, saya mengerutkan kening dan ia membalas: 'Saya akan memberikan baju saya nanti'. Saya menjawab bahwa saya lebih suka memiliki saudara perempuannya daripada bajunya."

Zinedine Yazin Zidane marah. Maka terjadi peristiwa paling mengejutkan dalam sejarah final Piala Dunia. Kartu merah pun mengakhiri kiprah Zizou, sesuatu yang kemudian menyisakan penyesalannya. (raw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT