Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernah Bermain di Piala Asia, Eks Pemain Timnas Indonesia Ini Beberkan Perubahan Vital Skuad Garuda di Bawah Asuhan Shin Tae-yong

Bek legenda timnas Indonesia yang pernah bermain di Piala Asia, Supriyono Prima ungkap perubahan signifikan timnas Indonesia di era kepelatihan Shin Tae-yong
Minggu, 12 Mei 2024 - 12:42 WIB
Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia bersama dua pemain keturunan, Ivar Jenner dan Rafael Struick.
Sumber :
  • Julio Trisaputra / tvOnenews

tvOnenews.com - Bek legenda timnas Indonesia, Supriyono Prima mengungkapkan perubahan signifikan timnas Indonesia di era kepelatihan Shin Tae-yong.

Sebagaimana diketahui, timnas Indonesia U-23 gagal memastikan mendapat tiket lolos ke Olimpiade 2024 Paris setelah takluk dari Guinea di babak playoff.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre Pibarot, Kamis (9/5/2024) malam WIB, timnas Indonesia dikalahkan tipis oleh Guinea.


Skuad timnas Indonesia U-23 di ajang Piala Asia U-23 2024 Qatar. (PSSI)

Gol semata wayang Guinea dicetak oleh Ilaix Moriba lewat titik putih penalti di menit ke-29'.

Atas hasil ini, tim Guinea yang dilatih oleh Kaba Diawara memastikan diri lolos ke Olimpiade 2024 Paris dan tergabung di Grup A bersama tuan rumah Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.

Kilas balik, timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong takluk 1-2 oleh Irak di laga perebutan juara ketiga Piala Asia U-23 2024.

Skuad Garuda Muda pun harus merelakan tiket Olimpiade 2024 Paris ke tim berjuluk Singa Mesopotamia.

Pada ajang Piala Asia U-23 2024, timnas Indonesia berhasil mengukir sejarah sebagai tim debutan yang  langsung mampu melaju ke babak semifinal.

Timnas Indonesia berhasil tampil impresif ketika berhasil mengalahkan tim-tim raksasa seperti Australia, Yordania, dan Korea Selatan.

Skuad Garuda Muda melakoni 3 laga di babak penyisihan Grup A, Indonesia vs Qatar 0-2, Indonesia vs Australia 1-0, dan menekuk Yordania dengan skor 4-1.

Di babak perempat final memulangkan Korea Selatan di babak penalti dengan skor 11-10.

Namun sayang, tim debutan Shin Tae-yong itu takluk dari timnas Uzbekistan U-23 di babak semifinal Piala Asia U-23 dengan skor 2-0. 

Dan juga gagal meraih peringkat ketiga setelah disingkirkan oleh Irak.

Legenda timnas Indonesia akui perubahan permainan tim Garuda sejak diasuh oleh Shin Tae-yong

Finis di empat besar, rupanya permainan punggawa Garuda Muda berhasil mencuri perhatian pemain legenda timnas Indonesia, Supriyono Prima.

Bung Binder mengundang Supriyono Prima, ia merupakan pemain legenda timnas Indonesia yang pernah tampil di Piala Asia 1996.

Nama Supriyono sangat dikenal di era 90-an, bersama dengan pemain legenda lainnya seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, dan Widodo Cahyono Putro.

Mantan pemain Persib Bandung ini mengapresiasi cara Shin Tae-yong menangani pemain-pemain muda timnas Indonesia.

Pelatih asal Korea Selatan itu memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Rizky Ridho, dan Muhammad Ferarri.

"Tujuannya adalah mereka bisa matang, dan ketika di ajang U-23 mereka lebih matang lagi, lebih percaya diri lagi," ucapnya dilansir Youtube Bola Bung Binder.

"Ini menjadi pembelajaran untuk kita semua ketika membangun sebuah tim, walaupun levelnya itu senior, jangan terlalu menafikan kemampuan pemain-pemain muda," tuturnya.

Supriyono mengatakan bahwa contoh nyata potensi pemain muda adalah kita memiliki pemain seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, Pratama Arhan, dan Muhammad Ferarri.

"Kematangan mereka itu bisa terlihat ketika sering mendapatkan menit bermain," jelasnya.


Pemain legenda timnas Indonesia, Supriyono Prima (kiri) dan Kurniawan Dwi Yulianto (kanan). (tangkapan layar Youtube JEBREEETmedia TV)

Pria yang pernah bermain di posisi bek kiri ini mengungkapkan perubahan permainan timnas Indonesia dengan kehadiran pemain keturunan.

"Kalau melihat laga Piala Asia U-23 2024, dampak mereka (pemain keturunan) sangat signifikan). Kita bisa melihat perbedaan kualitas yang jelas bagaimana visi bermain yang mereka miliki," tuturnya.

Menurutnya pemain yang berposisi sebagai bek sayap ini kehadiran pemain naturalisasi di skuad Garuda menjadi pembeda, meski ada pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan, Pratama Arhan.

"Tim ini menjadi warna tersendiri, saya selalu mengatakan bahwa di era Shin Tae-yong performa yang saya suka adalah ketika Indonesia mampu mengalahkan Yordania dengan skor 4-1," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu yang disorot adalah bagaimana proses terciptanya gol, open play dari taktik jitu Shin Tae-yong dan kerja sama dari para punggawa Garuda.

"Dampaknya adalah semua gol tercipta lewat proses, ini sebuah pencapaian yang luar biasa dengan kolaborasi antara pemain-pemain hasil kompetisi dan naturalisasi," terangnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

sejak Kecil Sering Dimanja dan Dibela Kalau Salah, Taufik Hidayat Tumbuh jadi Pemuda Arogan

Pelarian Taufik Hidayat alias TH (30), tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya resmi berakhir. Tim Res-
Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia, Kemenangan Atas Oman Sukses Dongkrak Peringkat FIVB Farhan Halim Cs

Update Ranking Dunia Timnas Voli Indonesia setelah berhasil meraih kemenangan berharga di laga terakhir fase grup AVC Men's Cup 2026.
USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

USGS Prediksi Gempa Susulan M6,0 Kembali Terjadi di Venezuela Sepekan ke Depan

Terbaru, USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai delapan persen.
Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil Wanti-wanti Neymar Cs agar Tak Anggap Remeh Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Level Mereka Sekarang Berbeda

Legenda Brasil, Zico, memberikan peringatan kepada negaranya jelang hadapi Jepang di 32 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, Tim Samurai Biru telah berkembang.
Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Ancaman Trump, Tarif 100 Persen pada Negara yang Pungut Pajak Digital

Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada ekspor dari negara mana pun yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

PKS Usul Pemerintah Buat PP Tindaklanjuti Pasal 50A UU P2SK

pemerintah harus memastikan semua investasi pada Patriot Bond tetap tunduk pada prinsip Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Enam Pesawat AS Serang Empat Target di Iran

Enam Pesawat AS Serang Empat Target di Iran

Amerika Serikat Kembali melancarkan serangan ke Iran. Kali ini enam pesawat AS menyerang empat target di Iran, menurut laporan jurnalis PBS News, Nick Schifrin, Jumat (26/6), mengutip seorang pejabat AS.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT