Pelatih Jepang Baru Sadari 'Kartu As' Timnas Indonesia di Menit Terakhir Jelang Duel Panas, Tak Bisa Mengelak Lagi Anak Asuh STY Ternyata...
- Kolase tvOnenews
Hal serupa terjadi pada Timnas Indonesia, di mana Kevin Diks, yang baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tiba pada waktu yang sama.
Moriyasu juga menyebut bahwa satu hari ekstra ini harus dimanfaatkan oleh para pemain Jepang untuk beradaptasi lebih baik dan mencapai pemahaman yang sama dalam strategi yang diinginkan.
Meski begitu, persiapan ini juga diiringi tantangan, yaitu waktu istirahat yang lebih singkat menjelang laga berikutnya melawan China.
Dimana hal yang sama berlaku pula bagi Indonesia yang akan menghadapi Arab Saudi pada 19 November mendatang.
"Jika dapat menggunakan satu hari ekstra untuk membuat para pemain memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana kami ingin bermain sebagai tim, maka kami akan lebih siap untuk pertandingan kedua," kata Moriyasu.
Selain itu, pelatih berusia 56 tahun ini menegaskan bahwa setiap pemain perlu memahami situasi ini dengan baik agar bisa tampil optimal di kedua laga tersebut.
Harapannya, baik saat melawan Indonesia maupun China, Jepang akan bisa bermain dengan keyakinan penuh dan strategi yang matang.
Sorotan tajam dari Moriyasu terhadap perkembangan Timnas Indonesia menambah tensi dan antisipasi jelang laga ini.
Jepang, yang masih kokoh di peringkat ke-15 FIFA, merupakan negara Asia dengan peringkat tertinggi, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-130.
Meski terdapat perbedaan besar dalam ranking, perkembangan kualitas pemain-pemain Indonesia yang kini tampil di Eropa dipandang Moriyasu sebagai ancaman yang nyata.
Dengan dukungan ribuan suporter di SUGBK dan performa yang terus meningkat, Timnas Indonesia siap memberikan perlawanan sengit.
Moriyasu berharap para pemainnya memanfaatkan waktu adaptasi dengan baik sehingga dapat mengatasi tantangan dari Garuda dan cuaca Jakarta. (asl)
Load more