News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi dan Alasan Erick Thohir Pecat Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia Dibocorkan Eks Ketum PSSI: Ruang Ganti Panas Buntut STY Ogah Diskusi

Kronologi dan alasan Erick Thohir memecat Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia dibocorkan mantan Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan.
Jumat, 10 Januari 2025 - 09:21 WIB
Shin Tae-yong dan Erick Thohir
Sumber :
  • Tim tvOnenews - Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Kronologi dan alasan Erick Thohir memecat Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia dibocorkan mantan Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan.

Sebelumnya, Erick Thohir resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23 pada Senin, 6 Januari 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Kontrak juru taktik asal Korea Selatan itu seharusnya berakhir pada 30 Juni 2027, namun diputus lebih awal usai menakhodai skuad Garuda sejak akhir 2019.

Erick Thohir dan PSSI mempertimbangkan secara matang dalam memutuskan untuk mengistirahatkan STY setelah terjadi dinamika di skuad Garuda. 

Dia mengatakan bahwa Timnas Indonesia memerlukan pelatih yang memiliki jiwa kepemimpinan, komunikasi dan pelaksanaan program yang lebih baik.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (tengah)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (tengah)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik

 

"Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang lebih baik, dan implementasi program yang lebih baik untuk Timnas Indonesia," kata Erick Thohir di Jakarta (6/1/2025).

Namun, Erick Thohir tidak menjelaskan secara spesifik alasan di balik pemecatan Shin Tae-yong sehingga menimbulkan beragam spekulasi di kalangan publik sepak bola Tanah Air.

Belakangan, Hinca Panjaitan yang pernah menjadi pengurus PSSI termasuk Ketua Komisi Disiplin PSSI buka suara membocorkan alasan sebenarnya di balik pemecatan STY.

Sebagai informasi, pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 18 April 2015 di Surabaya, Hinca Panjaitan terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Erwin Dwi Budiawan.

Hingga pada akhirnya, Hinca ditunjuk sebagai Plt. Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa pada tanggal 3 Agustus 2016 untuk menggantikan posisi La Nyalla Mataliti.

Hinca Panjaitan yang pernah duduk belasan tahun di PSSI, memahami betul bagaimana ketegangan-ketegangan di belakang layar Timnas Indonesia saat ini yang lebih berpengaruh daripada adu taktik di atas rumput hijau.

"Saya paham, masyarakat kita sedang terbelah oleh emosi dan pertanyaan: 'Mengapa harus STY yang dipecat? Bukankah ia telah sukses mengantar Timnas ke level yang lebih tinggi?' Saya, secara pribadi, pun ikut menelan ludah penuh kejutan," kata Hinca Panjaitan, dikutip dari blog pribadinya.

Menurut mantan Ketum PSSI itu, Erick Thohir terpaksa harus mengambil keputusan besar untuk memecat Shin Tae-yong setelah terjadi dinamika antara STY dengan pemain khususnya personel naturalisasi.

"Tapi sekali lagi, sepakbola tidak cuma soal hasil di atas kertas, melainkan juga soal harmoni. Dari kacamata saya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, atau yang akrab disapa ET, tampaknya menghadapi situasi yang cukup kompleks terkait dinamika antara pelatih dan pemain, terutama para pemain diaspora kita," paparnya.

"Sebetulnya, ini bukan soal siapa benar dan siapa salah. Lebih tepatnya adalah bagaimana sang Ketua Umum mengambil langkah yang dirasa paling tepat demi menjaga atmosfer ruang ganti agar tidak menjadi “tong mesiu” yang sewaktu-waktu meledak lebih dahsyat," katanya lagi.

Sosok yang juga politikus itu mengatakan awal mula pemicu ketegangan antara STY dan sejumlah pemain naturalisasi usai Timnas Indonesia ditahan Bahrain 2-2 pada 10 Oktober 2024 lalu.

Menurut Hinca, ada sejumlah pemain naturalisasi dengan tanpa menyebutkan namanya yang mengajak Shin Tae-yong berdiskusi dan evaluasi setelah laga kontroversial tersebut mengenai strategi dan taktik dari STY.

Namun, STY disebut enggan menerima permintaan dari Jay Idzes dkk. Pelatih asal Korea Selatan itu pun merasa tidak nyaman saat pemain mencoba menggugat beberapa keputusan taktiknya. 

Perbedaan persepsi ini kian membesar dan konon, merambat hingga pemberian hukuman non-teknis beberapa pemain penting pada laga berikutnya saat Timnas Indonesia melawan China pada 15 Oktober 2024.

"Mari kita mundur sedikit ke laga kontra Bahrain beberapa bulan silam. Terjadi benturan gagasan atau katakanlah “keretakan” di tubuh Timnas pasca pertandingan tersebut. Sejumlah pemain diaspora disebut berupaya mengajak STY berdiskusi soal strategi dan evaluasi setelah kita gagal menutup laga dengan kemenangan, gara-gara gol penyeimbang tuan rumah di menit-menit akhir," kata Hinca Panjaitan

"Akan tetapi, kabarnya STY justru enggan membuka dialog. Entah karena keterbatasan waktu, suasana hati, atau memang ada alasan lain. Satu hal yang tercium adalah ketidaknyamanan sang pelatih saat pemain mencoba “menggugat” beberapa keputusan taktiknya. Perbedaan persepsi ini kian membesar dan, konon, merambat hingga pemberian “hukuman” non-teknis pada laga berikutnya melawan China pada 15 Oktober 2024," jelasnya.

Dalam komposisi starting XI kontra China, beberapa pemain diaspora krusial seperti Thom Haye hingga Sandy Walsh diparkir di bangku cadangan. Yang mengejutkan, ban kapten Jay Idzes tiba-tiba dicopot, lalu berpindah ke lengan Asnawi Mangkualam.

"Publik pun bertanya-tanya: “Ada apa ini? Kenapa para diaspora yang biasanya jadi tulang punggung justru dipinggirkan?” Saya bukanlah tangan kanan STY, namun melihat fenomena semacam ini, saya menduga masalah yang mengintip bukan sekadar soal “rotasi biasa.” Ada dinamika non-teknis seperti pergesekan ego, mis-komunikasi, atau kendala kultural yang memicu retakan semakin melebar," jelas Hinca Panjaitan.

Keretakan itu semakin meruak ditambah adanya rumor ketidakharmonisan yang melibatkan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders dengan STY, dua pilar diaspora yang baru mulai unjuk gigi bersama skuad Garuda. 

"Pertandingan kontra China berakhir 1-2, menambah catatan pilu. Semua lampu sorot publik pun tertuju pada “mengapa strategi brilian STY tiba-tiba tumpul?” Tekanan kian deras, mulai dari tuntutan media, netizen garis keras, hingga lobi-lobi internal PSSI. Di sinilah ET tampaknya menimbang berbagai faktor dengan kepala pening," cetusnya.

Dia pun sempat menyinggung kemungkinan potensi gesekan baru jika Ole Roemeny ikut bergabung bersama Timnas Indonesia, mengingat kepribadiannya disebut mirip dengan Mees Hilgers. 

"Sekali lagi, tidak ada yang bisa memastikan sejauh mana isu ini akurat. Namun, asap tidak akan muncul tanpa api. PSSI pun, menurut sumber, terpaksa turun tangan langsung demi meredam keadaan," kata Hinca Panjaitan.

Seiring berjalannya waktu, suasana di ruang ganti semakin memanas. Tak terkecuali dalam laga kontra Jepang dan Arab Saudi pada November 2024 lalu. Bahkan, Jay Idzes dkk dikabarkan melakukan meeting tanpa Shin Tae-yong.

"Sebenarnya, rumor pemecatan STY sudah menggema seketika usai laga melawan China. Hanya saja, PSSI memilih menunggu momen yang lebih tepat—mungkin agar tidak terlihat gegabah. Semakin hari, aura di ruang ganti makin suram, bagai langit mendung yang menanti hujan badai. Lalu, akhirnya pada 6 Januari 2025, keputusan pun jatuh: Shin Tae-yong diberhentikan sebagai pelatih Timnas Indonesia," jelas Hinca Panjaitan.

"Meski menyesakkan, saya mengajak publik untuk melihat dari perspektif yang lebih luas. Bukan berarti STY tak punya jasa. Justru, kita semua tahu tangan dinginnya sudah melejitkan performa Timnas. Namun, di dunia kepelatihan, relasi antarpemain dan pelatih itu ibarat klop kunci dan gembok. Ketika mulai macet, risikonya adalah seretnya kinerja satu tim. Dalam konstelasi kompetisi kualifikasi Piala Dunia Zona Asia yang makin kejam, dinamika internal tim berpotensi menjadi bumerang lebih fatal," katanya lagi.

"Saya tidak sedang mengatakan ini adalah keputusan terbaik atau terburuk. Hanya saja, kita juga tahu bahwa PSSI sebagai federasi tentu tak ingin Timnas terperosok lebih dalam gara-gara konflik berlarut. Baik STY maupun para pemain diaspora, saya yakin, sama-sama punya niat mulia untuk memajukan sepakbola Indonesia. Tapi sekali lagi, “perceraian” kerap terjadi bukan semata tak cocok, melainkan karena keretakan kecil yang tak terjembatani di saat krusial," bebernya.

Pada akhirnya, Erick Thohir mengambil keputusan besar untuk memecat Shin Tae-yong agar keretakan di ruang ganti semakin melebar di laga-laga berikutnya yang bisa merugikan Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong pun digantikan oleh Patrick Kluivert yang resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Rabu (8/1/2025). 

Patrick Kluivert akan menahkodai skuad Garuda pengganti Shin Tae-yong dengan ikatan kontrak berdurasi dua tahun atau hingga 2027 plus opsi perpanjangan dua tahun.

Selama menukangi skuad Garuda, legenda Timnas Belanda, Barcelona hingga Ajax Amsterdam itu akan didampingi dua asisten dari negaranya, yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat plus dua asisten lokal.

Patrick Kluivert rencananya akan menggelar konferensi pers resmi pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Minggu (12/1) di Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Debut sang arsitek asal Belanda itu bersama Timnas Indonesia akan berlangsung pada 20 Maret 2025 melawan Australia dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia di Sydney Football Stadium.

(yus)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi Diminta Evaluasi RSHS Bandung Usai Viral Seorang Ibu Nyaris Kehilangan Bayi Gara-gara Keteledoran Perawat

Dedi Mulyadi diminta evaluasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, buntut kasus ibu nyaris kehilangan bayi akibat keteledoran petugas rumah sakit.
Perempuan Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Festival Kebaya Sunda Dilaksanakan pada Mei 2026

Perempuan Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Festival Kebaya Sunda Dilaksanakan pada Mei 2026

Dedi Mulyadi umumkan Festival Kebaya Sunda Mei 2026 di Jawa Barat, dorong kebaya jadi warisan budaya tak benda dan melestarikan identitas Sunda. Baca beritanya!
Presiden Prabowo Puji Langkah Pemprov Jateng Borong Bus Listrik Lokal: Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Tengah

Presiden Prabowo Puji Langkah Pemprov Jateng Borong Bus Listrik Lokal: Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Tengah

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungannya terhadap industri otomotif lokal. 
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 11 April 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Peluang finansial dan strategi tepat.
Ramalan Keuangan Zodiak 11 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 11 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 11 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Ketahui peluang finansial dan strategi mengelola uang.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 11 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 11 April 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Peluang finansial dan strategi tepat.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Mardiono: Pemerintah Telah Buktikan Efektivitas dan Kinerjanya dalam Hadapi Ketidakpastian Dunia

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4). 
Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Hujan Es Guyur Kota Malang, BPBD Minta Warga Tak Panik dan Pahami Fenomena Alam

Masyarakat Kota Malang, Jawa Timur, diimbau untuk tetap tenang dalam menghadapi fenomena hujan es yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (9/4/2026) siang. 
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT