News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Butuh Waktu Lama, Denny Landzaat Langsung Terima Jadi Asisten Pelatih di Timnas Indonesia, Ternyata Alasannya…

Denny Landzaat mengaku tak butuh waktu lama saat mendapat tawaran jadi asisten pelatih Timnas Indonesia. Ternyata Landzaat punya alasan yang sangat menarik!
Minggu, 16 Februari 2025 - 10:53 WIB
Alex Pastoor, Patrick Kluivert, dan Denny Landzaat.
Sumber :
  • X/Mike Verweji

tvOnenews.com - Denny Landzaat tak butuh banyak waktu untuk menerima tawaran menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.

Ajakan dari Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, langsung disambutnya dengan antusias.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan cepat Landzaat ini tentu menarik perhatian. Apa yang membuatnya begitu yakin untuk menerima peran ini tanpa berpikir lama?

Ternyata, ada beberapa faktor kuat yang mendorongnya untuk segera bergabung dengan tim kepelatihan Timnas Indonesia.

Salah satu alasan utama Landzaat menerima tawaran ini adalah hubungan eratnya dengan Patrick Kluivert.

Keduanya berasal dari generasi yang sama dan memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola.

Landzaat dan Kluivert sama-sama lahir pada tahun 1976. Mereka pernah bermain bersama di Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda.

Kedekatan ini membuat mereka memiliki pemahaman yang sama dalam filosofi sepak bola.

"Ya, kali ini saya tidak perlu berpikir lama. Ini sangat istimewa karena saya dan Patrick punya masa lalu bersama. Dulu sebagai pemain muda, rekan satu tim, dan saya selalu berencana untuk berkolaborasi," ungkap Landzaat dalam wawancara yang diunggah oleh Instagram Voetbalprimeur.

Kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan Kluivert sebagai pelatih tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Denny Landzaat.

Denny Landzaat

Apalagi, keduanya memiliki pengalaman dan visi yang selaras dalam membangun sebuah tim.

Selain faktor pertemanan dengan Kluivert, ada alasan emosional yang membuat Landzaat tidak ragu menerima tawaran ini. Ia memiliki darah Indonesia yang berasal dari Maluku.

"Bekerja untuk Indonesia juga terasa spesial karena keluarga saya punya akar di sini. Seperti yang saya katakan, saya tidak berpikir lama untuk menerima tawaran ini," kata Landzaat.

Sebagai seseorang yang memiliki garis keturunan Indonesia, Landzaat merasa memiliki ikatan batin dengan negeri ini.

Peluang untuk berkontribusi bagi sepak bola Indonesia tentu menjadi kesempatan yang sangat berarti baginya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pemain, Landzaat memiliki karier yang cukup gemilang. Ia pernah bermain untuk beberapa klub besar Eropa, termasuk Ajax Amsterdam dan Feyenoord di Belanda.

Selain itu, ia juga sempat merasakan atmosfer kompetisi Premier League saat bermain untuk Wigan Athletic.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka hingga Dicopot dari Jabatan Wakasek Kesiswaan

Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka hingga Dicopot dari Jabatan Wakasek Kesiswaan

Selain ditetapkan tersangka, pelaku pencabulan tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai guru matematika dan dari jabatan Wakasek kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Kemarau Ekstrem, DPR RI Sorot Penanganan Krisis Air Pertanian Berbasis Data

Kemarau Ekstrem, DPR RI Sorot Penanganan Krisis Air Pertanian Berbasis Data

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menekankan bahwa keberhasilan mitigasi kekeringan di sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya alat atau pompa air yang disalurkan ke daerah.
Kisah Naik Kelas Usaha Produk Gula Aren Asal Garut

Kisah Naik Kelas Usaha Produk Gula Aren Asal Garut

Di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Jawa Barat, Susanti membangun usaha gula aren yang dinamai Gasebu, singkatan dari Gula Semut Bungbulang.
Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya, seorang perempuan bernama Ulan tengah mengendarai sepeda motor di lokasi.
Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Febrie menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam lamanya. Tim 9 Kejagung mencecarnya dengan kurang lebih 22 pertanyaan terkait perkara PT Asabri dan Jiwasraya.

Trending

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya, seorang perempuan bernama Ulan tengah mengendarai sepeda motor di lokasi.
Krisis Air, Lalu Lintas Terusan Panama Terancam Terganggu

Krisis Air, Lalu Lintas Terusan Panama Terancam Terganggu

Financial Times, mengutip administrator baru terusan Ilya Espino de Marotta, menyatakan bahwa jumlah kapal yang melintas setiap hari di Terusan Panama dapat turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang akibat kekurangan air yang parah.
KPK Geledah Rumah Direktur PT CMC di Jaktim Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Bengkulu

KPK Geledah Rumah Direktur PT CMC di Jaktim Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Bengkulu

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa penggeledahan ini merupakan rangkaian pengembangan penyidikan atas kasus suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong
Soal Korupsi Kereta Cepat Whoosh, KPK Pastikan Hal Ini

Soal Korupsi Kereta Cepat Whoosh, KPK Pastikan Hal Ini

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, kasus kereta cepat itu hingga saat ini masih terus berprogres, KPK akan terus melakukan pendalaman.
Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Febrie menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam lamanya. Tim 9 Kejagung mencecarnya dengan kurang lebih 22 pertanyaan terkait perkara PT Asabri dan Jiwasraya.
341.000 Penumpang Terdampak Penutupan 8 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

341.000 Penumpang Terdampak Penutupan 8 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

AHY menuturkan penutupan bandara dilakukan lantaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengandung material berbahaya dapat mengganggu mesin pesawat.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT