Tak Banyak yang Tahu, Begini Reaksi Keluarga Saat Jay Idzes Pilih Bela Timnas Indonesia: Betapa Sulitnya…
tvOnenews.com - Nama Jay Idzes kini makin diperhitungkan sebagai pilar penting dalam skuad Timnas Indonesia.
Terutama menjelang laga krusial melawan China dan Jepang di bulan Juni mendatang.
Sosok pemain bertahan yang kini dipercaya mengenakan ban kapten Garuda itu tak hanya dikenal karena kemampuannya menjaga lini belakang.
Namun juga karena kisah emosional di balik keputusannya membela Merah Putih.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Haye Way, Jay Idzes dengan penuh rasa bangga membagikan kisah keluarga yang menjadi alasan kuat mengapa ia memilih Timnas Indonesia ketimbang negara kelahirannya, Belanda.
Ia memulai ceritanya dari sosok sang kakek, yang lahir di Indonesia pada tahun 1939, di tengah situasi pelik akibat penjajahan Jepang dan Belanda.
Jay Idzes mengungkap bahwa sang kakek menjalani masa kecil yang sangat berat.
Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di panti asuhan karena kondisi sosial dan ekonomi yang sangat memprihatinkan pada masa itu.
Sekitar 10 tahun hidup tanpa orang tua kandung dan harus bertahan di tengah keterbatasan, sang kakek menjadi contoh nyata kegigihan dan perjuangan hidup yang tak ternilai.
“Kakek saya lahir pada tahun 1939, saat Indonesia diduduki Jepang. Dia dibesarkan di panti asuhan dan tinggal di sana selama 10 tahun. Dia sering bercerita kepada saya tentang betapa sulitnya menciptakan sesuatu untuk dirinya sendiri di masa itu,” tutur Idzes dengan nada haru.
Meski berasal dari latar belakang yang jauh dari kata berkecukupan, sang kakek akhirnya berhasil membangun kehidupan yang lebih baik bersama nenek Jay di Indonesia.
Salah satu tante Jay bahkan lahir di Indonesia, sebelum keluarga tersebut akhirnya memutuskan untuk pindah ke Belanda demi mencari kehidupan yang lebih stabil.
Cerita itu rupanya terus melekat di benak Jay Idzes, dan menjadi sumber inspirasi yang kuat dalam setiap langkah kariernya.
![]()
Ia menyebut sang kakek sebagai sosok yang luar biasa karena mampu menciptakan kehidupan baru dari titik nol.
Sosok itulah yang membentuk mentalitas Jay sebagai seorang pemain profesional dan pribadi yang menghargai akar keluarganya.
Load more