Dilatih Patrick Kluivert, Shin Tae-yong Bikin Prediksi Pahit soal Kans Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026: Kalau Boleh Jujur …
- Antara / tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, membuat prediksi pahit soal kans skuad Garuda lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 bersama Patrick Kluivert.
Shin Tae-yong akhirnya buka suara soal peristiwa yang terjadi di awal tahun ini, yang sangat mengejutkan publik sepak bola Indonesia.
Sang pelatih asal Korea Selatan itu berbicara dalam podcast JekPot di YouTube bersama mantan penerjemahnya selama melatih Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo alias Jeje.

- Instagram @shintaeyong7777
STY mengeluarkan banyak unek-uneknya sejak dipecat PSSI, termasuk tentang alasan dirinya dipecat yang sampai saat ini belum diketahui.
“Saya masih belum tahu mengapa harus dihentikan [sebagai pelatih Timnas Indonesia]. Jadi gak mau mengungkit lagi. Saya juga punya harga diri,” kata Shin.
Shin dipecat di tengah perjuangannya bersama Timnas Indonesia untuk mencapai putaran final Piala Dunia 2026.
Kini diganti Patrick Kluivert, skuad Garuda masih berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 meski harus melanjutkan kiprah di putaran keempat dengan menghadapi Irak dan Arab Saudi.
Shin Tae-yong mengatakan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk lolos tidak sampai 30 persen, meskipun dirinya tetap mendukung skuad Garuda.

- AFC
“Kalau boleh jujur, peluangnya tak sampai 30 persen. Mungkin suporter Indonesia tak setuju dengan pendapat saya, tapi secara objektif, saya bukan pelatihnya atau berniat menyerang siapa pun, hanya berpendapat sebagai seorang pelatih sepak bola,” kata Shin Tae-yong dalam podcast JekPot.
Shin menjabarkan situasi sebelum drawing diketahui pada 17 Juli lalu, ketika Timnas Indonesia berpotensi berjumpa Arab Saudi atau Qatar dari pot 1, selagi di pot 2 ada Irak dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, jadwal bertanding yang padat membuat Timnas Indonesia kesulitan untuk beradaptasi dengan cepat.
“Soalnya kita masuk pot 3 bukan? Ada Arab Saudi dan Qatar, pot 2 ada Irak dan UEA, dan pot 3 ada Indonesia dan Oman. Semuanya harus bertanding dalam sembilan hari. Misal pertandingan dari 1 sampai 9 Oktober, maka timnas baru kumpul tanggal 1 untuk melaksanakan tiga [dua] laga,” katanya.
Load more