Diakui Bukan Mengakui, Legenda Irak Akhirnya Sadar soal 'Level' Timnas Indonesia di Asia: Mereka Telah Mempermalukan Tim...
- Kolase
tvOnenews.com - Omongan soal kekuatan Timnas Indonesia kembali menjadi bahan pembicaraan hangat, kali ini datang dari legenda Irak, Haitham Kadim.
Dalam pernyataannya, Haitham secara terang-terangan mengakui bahwa perkembangan Skuad Garuda di bawah Patrick Kluivert telah melesat jauh dan kini menjadi ancaman serius di Asia.
Melalui wawancara eksklusif dengan media Irak, Winwin, Haitham memberikan peringatan keras kepada negaranya sendiri jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
- Instagram/@patrickkluivert9
Ia mengingatkan bahwa Irak tidak boleh meremehkan Indonesia, apalagi hanya fokus pada Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah di babak ini.
“Hari ini semua orang membicarakan Arab Saudi karena mereka akan bermain di kandang sendiri, tetapi mereka lupa membicarakan tim Indonesia, yang merupakan salah satu tim paling berkembang di Asia Timur,” ujar Haitham kepada Winwin, dikutip Rabu (17/9/2025).
Haitham menjelaskan, Arab Saudi memang sempat mengalami penurunan performa di babak kualifikasi sebelumnya.
- AFC
Namun, kembalinya pelatih top Hervé Renard membuat Green Falcons kembali stabil dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Meski begitu, menurut Haitham, ancaman justru datang dari Indonesia. Ia menilai bahwa Skuad Garuda punya kualitas yang bahkan Irak sendiri tidak miliki.
“Tim ini memiliki ciri khas kecepatan tinggi dan memulai serangan dari penjaga gawang. Terus terang, tim Irak kurang memiliki kualitas ini, jadi kita harus sangat berhati-hati terhadap pesaing ini, yang telah menjadi lebih matang di bawah kepemimpinan pelatihnya, Patrick Kluivert,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa Indonesia bukan lagi tim kecil yang mudah ditaklukkan. Haitham melihat sendiri betapa cepatnya transformasi permainan Garuda sejak diasuh oleh Kluivert.
- X @timnasindonesia
Lebih lanjut, Haitham juga menyoroti mentalitas Timnas Indonesia yang membuat banyak lawan kewalahan.
Ia masih mengingat jelas pertandingan terakhir Irak melawan Indonesia, di mana Garuda Muda sempat bermain dengan 10 pemain namun tetap berhasil mencetak gol.
“Saya ingat pertandingan terakhirnya melawan tim Irak, ketika mereka mencetak gol ke gawang Singa Mesopotamia meskipun menerima kartu merah. Hal ini, jika ada indikasi, menunjukkan tekad mereka untuk menghindari kekalahan,” tambahnya.
Load more