Lagi Enak-enak Jajal Rumput Stadion Jeddah, Para Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Disenggol Media Arab Saudi, Ada Apa?
- X @timnasindonesia
tvOnenews.com - Media Arab Saudi tiba-tiba menyinggung para pemain naturalisasi Eropa Timnas Indonesia jelang round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kabar itu datang ketika para pemain Timnas Indonesia tengah mencoba lapangan di King Abdullah Sport City, Jeddah, Sabtu malam (4/10).
Timnas Indonesia diketahui sudah tiba di Arab Saudi sejak Sabtu (3/10) lalu. Nama baru seperti Reza Arya Pratama juga ikut dalam rombongan ini.
Total ada 28 pemain yang di bawa oleh Patrick Kluivert jelang laga penting Timnas Indonesia lawan dua negara Timur Tengah, Arab Saudi dan Irak.
Namun, sejumlah pilar kunci dikonfirmasi absen dalam agenda ini. Di antaranya Marselino Ferdinan dan Mees Hilgers yang sebelumnya tak tergantikan.
Bahkan menjelang keberangkatan ke Jeddah, kiper utama Timnas Indonesia Emil Audero harus rela tak ikut ke Arab Saudi lantaran cedera saat main untuk Cremonese.
Hal ini diungkapkan oleh pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yang mengaku cukup kecewa dengan absennya Emil Audero di round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sesampainya di Jeddah, Timnas Indonesia langsung menggelar agenda latihan perdana di King Abdullah Sport City, event duel skuad Garuda vs Arab Saudi.
Kendati demikian, baru juga selesai menjajal rumput stadion kelas dunia tersebut, tiba-tiba media Arab Saudi menyinggung para pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
“Kendala bahasa dalam komunikasi di Indonesia, dengan satu pemain mengambil alih sebagai penerjemah,” tulis judul media Arab Saudi, Arriyadiyyah.
Dalam satu artikel Arriyadiyyah, media Arab Saudi tersebut menyoroti bagaimana komunikasi antar pemain yang terdiri dari lokal dan naturalisasi.
“Komunikasi antar pemain timnas Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi para pemainnya, yang sebagian besar lahir di luar negeri dan kemudian memperoleh kewarganegaraan berdasarkan asal-usul mereka,“ jelas media Arab.
Arriyadiyyah bahkan secara rinci menjabarkan asal usul pemain keturunan Timnas Indonesia yang dilahirkan dari luar negeri seperti Belanda hingga Spanyol.
“Para pemain kelahiran luar negeri ini merupakan keturunan diaspora yang meninggalkan Indonesia dan menetap di negara lain, terutama Belanda,” paparnya.
“Belanda adalah 'negara kelahiran' bagi 16 pemain, sementara tiga pemain lainnya masing-masing lahir di Belgia, Spanyol, dan Finlandia,” lanjut Arriyadiyyah.
Lebih lanjut, media itu kemudian memaparkan kalau selama ini para pemain Timnas Indonesia hanya berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris saja.
“Mengingat mereka tumbuh besar di luar negeri, banyak dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, yang menjadi hambatan komunikasi di dalam tim,“ ungkapnya.
Akan tetapi, media Arab tersebut menulis bahwa kembalinya Marc Klok di skuad Timnas Indonesia membuat komunikasi antar pemain jadi lebih baik lagi.
Sebagai informasi, Marc Klok kabarnya fasih berbicara dalam tiga bahasa yakni Belanda, Inggris, dan Indonesia sehingga dia jadi jembatan linguistik antar pemain.
Di penutup ulasan media Arab Saudi, mereka menyinggung bagaimana ambisi Timnas Indonesia di panggung dunia dengan meyakinkan diaspora luar negeri untuk bergabung.
“Untuk memperkuat barisan dan meningkatkan standar mereka, Indonesia telah mencari anak-anak diaspora dalam beberapa tahun terakhir dan meyakinkan mereka untuk mewakili tim nasional, memanfaatkan asal-usul mereka,” tutupnya.
(han)
Load more