Prediksi Hasil Arab Saudi Vs Timnas Indonesia di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia, Iya Berat, tapi Garuda Harus Merasa Superior karena...
- tvOnenews-Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com – Timnas Indonesia bakal menghadapi tantangan besar saat bertemu Arab Saudi pada laga perdana Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 9 Oktober mendatang.
Namun di tengah ketimpangan peringkat FIFA dan pengalaman pelatih, para pengamat sepak bola nasional sepakat Garuda jangan inferior. Justru secara psikologis, Indonesia harus merasa lebih superior.
Kok bisa? Ini alasannya.
- tvOnenews-Taufik Hidayat
Hal itu disampaikan oleh pengamat sepak bola Bung Harpa dalam podcast TikiTaka NLR SPORTS bersama Noella Sisterina dan Sapto Haryo.
“Kalau mau jujur, secara psikologi kita harusnya merasa lebih superior dari Arab Saudi sekarang. Head to head kita enggak jelek. Kita pernah tahan imbang dan menang atas mereka. Justru lawan Irak kita kalah dua kali,” tegas Bung Harpa.
Arab Saudi dan Irak Unggul Peringkat, tapi...
Arab Saudi kini menempati peringkat 59 FIFA, sementara Irak berada satu strip di atasnya di posisi 58. Indonesia jauh tertinggal di peringkat 119. Dari sisi pelatih pun, kedua lawan punya rekam jejak elite.
Hervé Renard (Arab Saudi) pernah membawa Arab Saudi ke Piala Dunia 2022 dan bahkan mengalahkan Argentina di fase grup.
Graham Arnold (Irak) adalah eks pelatih Australia yang sukses meloloskan Socceroos ke Piala Dunia 2022 dan 16 besar.
Bandingkan dengan pelatih Indonesia Patrick Kluivert yang baru memiliki pengalaman sebagai asisten Louis van Gaal di Belanda pada 2014.
Namun Sapto Haryo mengingatkan, sepak bola bukan matematika.
“Outsider bukan berarti pasti kalah. Selalu ada twist. Kluivert bisa saja mempelajari semua dari Van Gaal dan menerapkannya di timnas,” ujarnya.
Banyak yang bertanya, apakah absennya beberapa pemain seperti Salem Al-Dawsari (cedera) dan Ali Al-Bulayhi (tak dipanggil) akan menguntungkan Indonesia?
- X @timnasindonesia
Sapto menilai tidak terlalu berpengaruh.
“Arab Saudi itu kuat sebagai unit. Enggak ada satu-dua pemain yang terlalu menonjol seperti era dulu. Jadi mau siapa pun yang main, kualitasnya merata,” jelasnya.
Selain itu, Saudi kini diuntungkan oleh Saudi Pro League yang sedang naik daun karena banjir pemain Eropa.
Load more