GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bak Petir di Siang Bolong! Timnas Indonesia Terancam Sanksi Berat FIFA dan AFC Usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Media Irak Bongkar 12 Pelanggaran Fatal

Bak petir di siang bolong, Timnas Indonesia bisa kena sanksi berat dari FIFA dan AFC usai gagal ke Piala Dunia 2026
Senin, 13 Oktober 2025 - 13:39 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Thom Haye
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Jakarta, tvOnenews.com - Bak petir di siang bolong, Timnas Indonesia bisa kena sanksi berat dari FIFA dan AFC usai gagal ke Piala Dunia 2026. Media Irak menyebut banyak pelanggaran aturan yang terjadi.

Harapan besar publik Tanah Air untuk melihat Timnas Indonesia mencetak sejarah tampil di Piala Dunia 2026 akhirnya sirna. Skuad Garuda dipastikan tersingkir dari babak kualifikasi zona Asia setelah menelan kekalahan menyakitkan dari Irak dengan skor tipis 1-0 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi pasukan Patrick Kluivert yang sebelumnya juga tumbang di tempat yang sama saat menghadapi Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025). Dua hasil negatif beruntun itu membuat peluang Indonesia untuk melangkah ke putaran final benar-benar tertutup.

Dalam laga kontra Irak, semangat juang para pemain Garuda sejatinya patut diapresiasi. Mereka tampil cukup berani dengan mencoba mengimbangi permainan cepat dan agresif dari Singa Mesopotamia. Namun, beberapa kesalahan di lini belakang harus dibayar mahal. Gol Irak melalui tendangan Zidane Iqbal benar-benar membuat mental Indonesia runtuh.

Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia vs Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • X @timnasindonesia

 

Patrick Kluivert sempat melakukan sejumlah perubahan taktik demi memperbaiki situasi, termasuk mengganti beberapa pemain. Namun, upaya itu tak cukup untuk mengubah nasib. Irak sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dari dua pertandingan, skuad Merah Putih belum mampu mengantongi satu pun poin. Mereka terdampar di dasar klasemen Grup B, di bawah Irak dan Arab Saudi.

Kondisi tersebut membuat masa depan Patrick Kluivert sebagai pelatih kembali menjadi sorotan. Kritik dari publik dan pengamat sepak bola Tanah Air pun bermunculan, terutama terkait performa tim yang dianggap belum menunjukkan peningkatan signifikan sejak ditangani pelatih asal Belanda itu.

Di tengah kesedihan ratusan juta masyarakat Indonesia itu, ada kabar buruk yang disampaikan media Irak, Iraq FPG. Menurut akun X tersebut, banyak pelanggaran dilakukan Timnas Indonesia dan juga suporternya dalam pertandingan tersebut.

“Sumber eksklusif untuk Galeri Bola: Pemantau pertandingan mencatat lebih dari 12 pelanggaran terhadap tim nasional Indonesia dalam laporannya,” tulis akun X @iraqfpg.

“Pelanggaran-pelanggaran ini meliputi kekerasan verbal dan fisik terhadap wasit pertandingan, baik selama maupun setelah peluit akhir dibunyikan, oleh staf teknis dan administrasi, serta para pemain,” sambungnya.

Selain itu, ada pelemparan benda yang dilakukan oleh suporter Timnas Indonesia ke arah lapangan. Hal ini juga sempat viral di media sosial ketika kapten Jay Idzes memungut botol-botol yang berserakan di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kekacauan juga terjadi di bangku cadangan, kekacauan setelah pertandingan berakhir, dan para suporter melempar botol air ke lapangan,” tulisnya.

Situasi ini tentu berpotensi membuat Timnas Indonesia mendapat sanksi berat dari FIFA dan AFC. Terlebih, video pelanggaran-pelanggaran itu telah tersebar luas di media sosial. (fan)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memahami ada drama di kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu. Ia sudah menyimpulkan pelaku utamanya.
Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyebut Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Diketahui, total kebutuhan garam secara nasional
Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan vonis 5 tahun penjara eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK berharap putusan memberi efek jera.
Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Jelang gabung Hillstate pada akhir Juni mendatang, agen Korea Chris Kim menjabarkan fasilitas apa yang nantinya akan didapat Megawati Hangestri selama di Korea.
Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Polda Metro Jaya buka suara soal maraknya dugaan teror pocong yang muncul di wilayah hukumnya. Insiden ini diduga merupakan sebuah modus kejahatan. Polda Metro
Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Keberhasilan lelang aset negara tidak hanya diukur dari besarnya angka transaksi, tetapi juga dari tingkat transparansi pelaksanaannya. Sistem lelang terbuka dinilai mampu mencegah

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT