Terpopuler Timnas Indonesia: Gara-gara Skuad Nova Arianto, Banyak Pelatih Top Dunia Ogah Tangani Skuad Garuda
- PSSI
tvOnenews.com - Tiga berita panas seputar Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan banyak mata.
Mulai dari FIFA yang menunjukkan kecurigaan bahwa masa depan sepak bola Indonesia bisa berubah drastis, banyak pelatih top dunia ogah tangani Skuad Garuda, hingga media Brasil yang memuat laporan menohok tentang kekuatan mutlak Selecao saat membekuk Indonesia di Piala Dunia U-17 2025.
Berikut rangkuman lengkapnya:
- FIFA
1. Gara-gara Skuad Nova Arianto, FIFA Mulai Curiga Masa Depan Timnas Indonesia Akan…
Kiprah Timnas Indonesia U-17 di bawah Nova Arianto kembali memancing atensi global. Meski menelan dua kekalahan dari Zambia dan Brasil, justru FIFA yang memberi catatan paling menarik.
Dalam dua laga awal Piala Dunia U-17 2025, Garuda Muda tumbang 1–3 dari Zambia dan 0–4 dari Brasil.
Posisi Indonesia pun terseok di peringkat ketiga Grup H tanpa poin. Laga pamungkas kontra Honduras pada Senin (10/11/2025) pukul 21.45 WIB menjadi penentuan hidup-mati.
Namun yang membuat geger bukan hanya hasil pertandingan. FIFA menyoroti bagaimana tim muda ini bisa lolos ke turnamen dunia dan menilai bahwa generasi baru Indonesia mengandung bibit ancaman level global.
Lewat salah satu ulasan resminya, FIFA menempatkan sorotan khusus pada Fadly Alberto.
“Di bawah bimbingan taktis Nova Arianto, Fadly telah menunjukkan kedewasaan melampaui usianya, menggabungkan visi yang tajam, ketenangan di area berbahaya, dan tekad yang tak tergoyahkan dalam setiap duel,” tulis mereka.
Bahkan FIFA menyimpulkan bahwa kebangkitan para pemain muda Indonesia bisa membuat Garuda menjadi kekuatan baru di panggung dunia.
Baca selengkapnya: Gara-gara Skuad Nova Arianto, FIFA Jadi Curiga Timnas Indonesia Lama-kelamaan Bakal...
2. Banyak Pelatih Top Dunia Ogah Tangani Skuad Garuda, Media Vietnam Bongkar Alasannya Karena...
- PSSI
VNExpress, media besar Vietnam, mengeluarkan laporan mengejutkan soal sulitnya Indonesia menemukan pengganti Patrick Kluivert.
Dalam artikel mereka, disebutkan bahwa hambatan terbesar justru bukan urusan dana atau fasilitas, tetapi perilaku sebagian fan yang dianggap brutal di media sosial.
Load more