News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Malaysia Akui Naturalisasi Negaranya Terburu-buru, Singgung Keberhasilan Timnas Indonesia

FAM tengah diterpa skandal besar usai FIFA menjatuhkan sanksi atas dugaan manipulasi naturalisasi tujuh pemain, sementara pengamat Malaysia menilai kekisruhan.
Sabtu, 22 November 2025 - 06:06 WIB
Timnas Indonesia bakal lawan Jepang di Piala Asia 2023
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang diguncang krisis besar setelah FIFA menjatuhkan sanksi disipliner atas dugaan manipulasi dokumen naturalisasi tujuh pemain asing.

Masalah ini bukan hanya menyangkut denda finansial, tetapi turut merusak reputasi sepak bola Malaysia di tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain-pemain yang terseret kasus tersebut antara lain Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machucha, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero.

FIFA menilai dokumen naturalisasi mereka telah dimanipulasi, melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada Juni 2025.

Atas pelanggaran tersebut, FAM dijatuhi denda sekitar Rp7,3 miliar, sementara masing-masing pemain harus membayar sekitar Rp41,8 juta. Mereka juga dikenai embargo aktivitas sepak bola dalam jangka waktu tertentu.

Di tengah polemik ini, pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abdul Karim, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai skandal ini menampar harga diri sepak bola Malaysia.

Menurutnya, fenomena naturalisasi kini memang marak di Asia Tenggara, dimulai dari Singapura, kemudian diikuti Indonesia dan Vietnam. Program tersebut awalnya ditujukan untuk kepentingan jangka pendek, namun kini juga menyentuh pemain muda.

Pemain naturalisasi Malaysia Joao Figueiredo
Pemain naturalisasi Malaysia Joao Figueiredo
Sumber :
  • Instagram/Joao Figueredo

 

Kesuksesan Vietnam lewat Nguyen Xuan Son yang membawa skuadnya menjuarai Piala AFF 2024, serta pencapaian Indonesia di Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia, menjadi contoh keberhasilan strategi naturalisasi yang dianggap lebih terencana.

Hal inilah yang mendorong Malaysia untuk melakukan hal serupa, bahkan menaturalisasi sejumlah pemain dari Amerika Latin yang diklaim memiliki darah Melayu.

Namun, langkah itu justru menjadi bumerang setelah FIFA menilai prosesnya tidak sah. Meski FAM merasa naturalisasi tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan berencana mengajukan banding ke CAS, FIFA disebut telah menyampaikan bukti dengan sangat rinci.

Zulakbal menilai persoalan ini sebagai aib nasional dan mengkritik FAM karena terlalu tergesa-gesa menjalankan program tersebut. Ia bahkan menyarankan Malaysia mencontoh pendekatan Indonesia.

“Kami ingin solusi cepat, mengambil jalan pintas, dan akhirnya membuat kesalahan,” ujar Zulakbal sebagaimana dikutip dari New Strait Times.

“Naturalisasi bukan masalah jika dilakukan dengan benar; Indonesia juga melakukannya dan berhasil.” lanjutnya.

Zulakbal juga mengingatkan bahwa keputusan FAM mempercepat naturalisasi didasari pengalaman pahit, yakni ketika Malaysia kalah 10-0 dari Uni Emirat Arab pada Kualifikasi Piala Dunia 2015.

“Kami kalah 10-0 dari Uni Emirat Arab di kualifikasi Piala Dunia 2015 dan FAM memutuskan untuk mengambil langkah ini untuk memperkecil ketertinggalan,” paparnya.

Lebih jauh, ia menilai kesalahan fatal telah terjadi, namun tetap yakin Malaysia bisa bangkit.

“Seharusnya kami mengambil langkah perlahan dan pasti. Namun, kami justru bertindak terlalu cepat dan melakukan kesalahan fatal yang kini mempermalukan sepak bola Malaysia,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita mungkin akan menghadapi sanksi lebih berat atas skandal ini, tetapi kita perlu mulai berpikir untuk bangkit kembali,” tambahnya.

Zulakbal kemudian menutup dengan optimisme: “Kita harus menatap masa depan dan memperbaiki sistem kita; kita masih bisa lolos ke Piala Asia 2031 jika kita melakukan semuanya dengan benar.” (han/ind)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemeriksaan Maraton, KPK Mintai Keterangan 9 Biro Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Pemeriksaan Maraton, KPK Mintai Keterangan 9 Biro Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sembilan saksi dari biro travel atau agen perjalanan haji terkait dengan dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
‎Ini Hasil Autopsi Siswa SMP di Sragen yang Meningga Usai Berkelahi dengan Teman

‎Ini Hasil Autopsi Siswa SMP di Sragen yang Meningga Usai Berkelahi dengan Teman

Siswa SMP yang meninggal dunia usai berkelahi dengan rekannya di sekolah karena patah tulang tengkorak.
Ingat Ahmad Husein? Pemuda yang Berkhianat ke Bupati Pati Sudewo, Kini Kalah Tinju oleh Jagoan Purwodadi: sampai Ditandu

Ingat Ahmad Husein? Pemuda yang Berkhianat ke Bupati Pati Sudewo, Kini Kalah Tinju oleh Jagoan Purwodadi: sampai Ditandu

Ahmad Husein Hafid alias Husein Pati, aktivis demo besar yang damai dengan Bupati Pati, Sudewo dipasang oksigen usai kalah tinju dengan jagoan Purwodadi viral.
Pemuda Lecehkan Gadis Bawah Umur di Pantai Caringin Garut, Modus Ajak ke Semak-Semak dengan Alasan Berteduh

Pemuda Lecehkan Gadis Bawah Umur di Pantai Caringin Garut, Modus Ajak ke Semak-Semak dengan Alasan Berteduh

Seorang laki-laki berinisial A (20) ditangkap karena diduga melakukan kekerasan seksual kepada gadis bawah umur (15) di Pantai Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Respons Tegas Gibran soal Usulan Kenaikan Harga BBM dari Jusuf Kalla: Pemerintah Pilih Jaga Stabilitas dan Lindungi Rakyat

Respons Tegas Gibran soal Usulan Kenaikan Harga BBM dari Jusuf Kalla: Pemerintah Pilih Jaga Stabilitas dan Lindungi Rakyat

Gibran tanggapi usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM. Pemerintah tegaskan harga subsidi tetap dijaga demi lindungi masyarakat kecil.
Ajukan 150 Ribu Peserta Magang 2026, Menaker Tunggu Anggaran

Ajukan 150 Ribu Peserta Magang 2026, Menaker Tunggu Anggaran

Kementerian Ketenagakerjaan RI mengusulkan lonjakan besar program magang nasional pada 2026. Target peserta diajukan mencapai 150 ribu orang.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT