GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naturalisasi Disorot! Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Picu Perdebatan Panas

Kegagalan Timnas Indonesia U22 di ajang SEA Games ke-33 memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan dari para penggemar.
Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:55 WIB
Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
Sumber :
  • ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.

Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan Timnas Indonesia U22 di ajang SEA Games ke-33 memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan dari para penggemar. 

Hasil ini terasa semakin menyakitkan karena Garuda Muda datang dengan kekuatan yang di atas kertas dinilai lebih mumpuni, termasuk diperkuat sejumlah pemain naturalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas U22 Indonesia sejatinya menutup fase Grup C dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar pada laga terakhir. Namun, tiga poin tersebut belum cukup untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya. 

Indonesia harus tersingkir di babak penyisihan grup setelah kalah bersaing dengan Timnas U22 Malaysia dalam perebutan slot peringkat kedua terbaik, kalah selisih gol.

Kegagalan ini memunculkan paradoks yang sulit diterima publik sepak bola nasional. Pasalnya, pada SEA Games ke-32, Timnas U22 Indonesia yang sepenuhnya diperkuat pemain lokal justru mampu mencatatkan sejarah dengan meraih medali emas. 

Sebaliknya, di SEA Games ke-33, kehadiran pemain naturalisasi keturunan Belanda seperti Jens Raven, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Dion Markx belum mampu menghadirkan prestasi serupa, bahkan berujung pada tersingkirnya Indonesia lebih awal.

Reaksi keras pun membanjiri media sosial dan forum sepak bola regional. Banyak penggemar meluapkan kekecewaan mereka dengan nada sinis. 

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi, “Tim U22 Indonesia membawa lima pemain keturunan Belanda ke SEA Games tetapi tetap tersingkir di babak grup. Mungkin mereka membutuhkan 18 pemain Belanda untuk lolos ke semifinal.”

Penolakan terhadap kebijakan naturalisasi juga mengemuka. Seorang penggemar menuliskan, “Saya tidak ingin melihat pemain naturalisasi lagi mengenakan seragam tim nasional Indonesia.” 

Pandangan tersebut mendapat banyak dukungan dan mencerminkan adanya perpecahan serius di kalangan pendukung mengenai arah pengembangan sepak bola usia muda Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian penggemar lainnya memilih mengekspresikan kekecewaan lewat sarkasme. Salah satu komentar yang banyak dibagikan menyebutkan, “Tim U22 Indonesia bertekad menghindari Vietnam dan Thailand di semifinal. Pada akhirnya, mereka berhasil melampaui ekspektasi.” 

Sementara itu, kekhawatiran soal dampak jangka panjang juga bermunculan. “Ketergantungan berlebihan pada pemain naturalisasi membuat sepak bola usia muda Indonesia kehilangan arah,” tulis netizen lainnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Dedi Mulyadi Tak Main-main, Tegas Larang Izin Pembangunan Tempat Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah radikal untuk melindungi wilayahnya dari ancaman bencana banjir dan tanah longsor. 
Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam

Pak Di, nama samaran, yang telah bekerja 10 tahun lebih di Ponpes Ndholo Kusumo sebetulnya telah lama curiga terhadap gelagat Kiai Ashari terhadap santriwati.
Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral, Detik-detik Rekaman CCTV Dugaan Penganiayaan Perempuan saat Akan Bersaksi di Persidangan

Viral di media sosial video dugaan persekusi terhadap seorang perempuan.
Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Polda Jambi Dapati Vape Kandungan Etomidate Merk Yakuza dari aringan Narkoba Lintas Provinsi

Empat orang pelaku jaringan peredaran narkoba antarprovinsi yakni Pekanbaru-Sumatera Selatan (Sumsel) diringkus Polda Jambi.
Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Dedi Mulyadi Rencanakan Buat Jalan Provinsi Berbayar di Jabar, Sebagai Pengganti Pajak Kendaraan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan rencana untuk mengganti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dengan sistem jalan berbayar pada setiap ruas jalan milik provinsi.
Trend Terpopuler: Aksi Bejat Kiai Cabul Minta Pijat dan Tidur Bersama, hingga Orangtua Korban Curigai Kelakuan Ashari

Trend Terpopuler: Aksi Bejat Kiai Cabul Minta Pijat dan Tidur Bersama, hingga Orangtua Korban Curigai Kelakuan Ashari

Aksi oknum Kiai, Ashari di Ponpes Pati, Jawa Tengah minta pijat hingga tidur bersama santriwati. Kelakuan kiai cabul kepada santriwati dicurigai orangtua korban

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT