News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alasan PSSI Kontrak Pelatih Timnas Indonesia Jangka Panjang Diungkap Tangan Kanan Erick Thohir

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkap alasan di balik kebijakan tersebut, sekaligus memastikan federasi kali ini siap berdiri teguh menghadapi berbagai tekanan publik.
Jumat, 26 Desember 2025 - 03:47 WIB
Rizky Ridho dan Ivar Jenner saat membela Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram @rizkyridhoramadhani

Jakarta, tvOnenews.com - PSSI akhirnya angkat bicara terkait keputusan memberikan kontrak jangka panjang kepada pelatih baru Timnas Indonesia

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkap alasan di balik kebijakan tersebut, sekaligus memastikan federasi kali ini siap berdiri teguh menghadapi berbagai tekanan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak posisi pelatih kepala Timnas Indonesia kosong pada Oktober lalu, PSSI melakukan proses seleksi yang cukup panjang. Sejumlah nama masuk dalam radar, sebelum akhirnya mengerucut menjadi dua kandidat kuat yang belakangan ramai diberitakan media.

Arya yang juga tangan kanan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan, proses tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Bahkan, beberapa perwakilan PSSI seperti anggota BTN, Exco, hingga utusan khusus federasi sempat terbang ke Eropa untuk melakukan wawancara langsung dengan para kandidat pelatih.

“Hasil wawancara itu dibahas secara detail. Kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat disampaikan apa adanya, lalu kami diskusikan bersama di rapat Exco,” ujar Arya dikutip dari kanal Youtube Liputan6, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, rapat Exco yang digelar hingga dua kali berlangsung sangat positif dan solid. Seluruh jajaran pengurus, termasuk Ketua Umum Erick Thohir, Wakil Ketua Umum, serta anggota Exco lainnya, menyampaikan pandangan dan saling menguatkan satu sama lain.

“Diskusinya sangat solid. Tidak ada perbedaan pendapat. Semuanya satu suara,” tegas Arya yang dikenal sebagai salah satu tangan kanan Erick Thohir di PSSI.

Salah satu poin penting yang disepakati adalah pemberian kontrak jangka panjang kepada pelatih terpilih, yakni dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.

Arya menegaskan, PSSI belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana pelatih sudah mendapat penilaian negatif bahkan penolakan publik sebelum benar-benar bekerja. Menurutnya, situasi tersebut kontraproduktif bagi pembangunan tim nasional.

“Kami sepakat, pelatih harus diberi kesempatan. Menilai seseorang sebelum dia bekerja itu tidak fair,” kata Arya.

Karena itu, PSSI berkomitmen untuk konsisten dengan keputusan yang telah diambil. Federasi siap menghadapi tekanan apa pun dan tidak akan mudah mengganti pelatih hanya karena opini publik.

“Internal harus solid, dan itu sudah kami sepakati. Apa pun tekanannya, kami akan bertahan dengan keputusan ini,” ujarnya.

Terkait evaluasi, Arya menyebut Piala Asia 2027 bisa menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menilai kinerja pelatih Timnas Indonesia. Dari sana, PSSI akan menentukan apakah kontrak akan dilanjutkan untuk periode berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Piala Asia 2027 bisa jadi momen evaluasi. Apakah dilanjutkan atau tidak, itu nanti berdasarkan hasil dan proses,” pungkasnya.

Dengan pendekatan jangka panjang ini, PSSI berharap pembangunan Timnas Indonesia bisa berjalan lebih stabil, terencana, dan tidak lagi berganti arah hanya karena tekanan sesaat.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin Masker Diburu, Polda Metro Jaya Siapkan Langkah Tegas

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin Masker Diburu, Polda Metro Jaya Siapkan Langkah Tegas

Permintaan masker meningkat di tengah menyebarnya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau
Tolak Autopsi, Pihak Keluarga Minta Kasus Kematian Fajar Sahrudin Tidak Diperpanjang

Tolak Autopsi, Pihak Keluarga Minta Kasus Kematian Fajar Sahrudin Tidak Diperpanjang

Pihak keluarga yang diwakili oleh kakak menolak pengajuan proses autopsi dari kepolisian kepada jasad Fajar Sahrudin lantaran tak ingin kasus ini diperpanjang.
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

Kapolsek Metro Tanah Abang menyampaikan kalau kabar meninggalnya Fajar Sahrudin (FS) benar adanya. Berikut respons keluarga terdekat dan salah satu organisasi.
Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan kawasan hutan serta memberantas mafia lingkungan dinilai mendapatkan momentum kuat lewat pengawalan ketat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Tim gabungan memperluas pencarian speedboat rombongan wartawan yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada operasi SAR hari ketiga.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Pemerintah menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk dalam penyaluran barang bersubsidi dan mendukung sistem logistik nasional.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT