Media Inggris Umbar Masa Lalu John Herdman usai Disorot sebagai Pelatih Timnas Indonesia
- X/CanadaSoccerEN
Prestasinya berlanjut saat ia beralih menangani tim nasional pria Kanada. Keputusan kontroversialnya pada Januari 2018 untuk berpindah dari tim wanita ke tim pria sempat menuai perhatian luas, namun Herdman mampu membuktikan kapasitasnya.
Dengan kekuatan pemain seperti Alphonso Davies (Bayern Munich), Jonathan David (Juventus), Kyle Larin (Feyenoord), Junior Hoilett (Hibernian), serta Stephen Eustaquio (Porto), Kanada sukses mengamankan tiket ke Piala Dunia Qatar 2022 melalui gaya permainan agresif yang dikenal sebagai ‘sepak bola palu’, mengandalkan bek sayap aktif dan tekanan tanpa henti.
Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian Kanada selama 36 tahun sejak terakhir tampil di Piala Dunia 1986, dan membuat Herdman dipuja layaknya sosok legendaris seperti Guus Hiddink di negara tersebut.
Namun di sisi lain, media ternama Inggris justru memberikan sorotan tajam terhadap latar belakang Herdman. Menjelang pengumuman resmi PSSI, media Inggris menyebut Herdman sebagai pelatih yang lekat dengan kontroversi.
Melalui artikel yang dirilis Jumat (2/1/2026), Talksport mengungkit kembali masa lalu Herdman yang sempat terseret skandal saat menangani Kanada.
“Manajer Kanada yang 'ditegur' terkait skandal Olimpiade mendapatkan pekerjaan internasional baru,” tulis Talksport, Jumat (2/1/2026).
“Indonesia telah mengkonfirmasi penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala baru mereka,“ lanjut media tersebut.
“Herdman menggantikan legenda Belanda Patrick Kluivert, yang meninggalkan posisinya pada bulan Oktober setelah serangkaian hasil yang mengecewakan,“ tambahnya.
Talksport kemudian mengulas secara rinci skandal yang pernah menjerat Herdman, salah satunya terkait kasus pengintaian menggunakan drone.
“Herdman kemudian disebut-sebut dalam penyelidikan yang berpusat pada penggunaan drone ilegal untuk memata-matai pihak oposisi menjelang Olimpiade Paris 2024,“ ungkap Talksport.
Diketahui, Herdman diduga terlibat dalam praktik pengintaian menggunakan drone saat masih menangani tim nasional putri Kanada. Kasus tersebut mencuat ke publik menjelang Olimpiade Paris 2024.
Meski demikian, Herdman hanya menerima sanksi berupa teguran tertulis dari federasi sepak bola Kanada. Sementara itu, beberapa staf pelatihnya justru dijatuhi hukuman yang lebih berat.
“Investigasi menyimpulkan bahwa Herdman pantas menerima surat teguran atas perannya dalam skandal pesawat tak berawak tersebut,“ jelas Talksport.
Load more