Joey Pelupessy Merasa Patah Hati: Era Patrick Kluivert Hancurkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
- instagram Joey Pelupessy
Di bawah arahan pelatih asal Belanda tersebut, tren permainan Timnas Indonesia dinilai menurun, terutama dalam laga-laga penentuan.
Joey Pelupessy secara jujur mengakui bahwa permainan tim tidak cukup solid saat menghadapi lawan-lawan berat seperti Arab Saudi dan Iran di putaran keempat.
Kekompakan yang diharapkan tidak sepenuhnya terwujud, sementara tekanan semakin besar seiring tingginya ekspektasi publik.
“Saya merasa sangat hancur. Perasaan itu pasti bertahan selama dua minggu,” kata Joey.
Ia menggambarkan emosinya seperti berada di atas rollercoaster, dari euforia saat resmi menjadi WNI hingga kekecewaan mendalam ketika mimpi Piala Dunia harus pupus.
Realitas Usia dan Masa Depan Joey Bersama Timnas Indonesia
Kegagalan ini terasa semakin pahit karena faktor usia. Joey Pelupessy menyadari bahwa waktu tidak berpihak kepadanya.
“Dalam lima tahun, saya akan berusia 37 tahun. Jangan pernah mengatakan tidak pernah,” ujarnya. Namun, ia memilih bersikap realistis.
“Tapi saya lebih suka bersikap realistis. Ini seharusnya terjadi sekarang.”
Meski masih ada peluang untuk tampil sebagai pemain pengganti di masa depan, Joey memahami bahwa hal tersebut bukan jaminan.
Setelah kegagalan ini, ia sempat berkomunikasi dengan beberapa staf pelatih Timnas Indonesia. Namun, kesempatan itu tertutup setelah PSSI memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert.
“Bukan berarti kita menangis di telepon satu sama lain,” ucap Joey. Tapi kita bekerja menuju sesuatu, dan tiba-tiba itu berakhir dengan sayang.”
Ia menegaskan bahwa dunia sepak bola memang penuh dengan realitas keras yang harus diterima oleh setiap pemain.
Kini, Joey Pelupessy hanya bisa fokus bekerja keras bersama klubnya dan menjaga performa terbaik. Harapannya sederhana: tetap membuka peluang jika suatu hari Timnas Indonesia kembali memanggil namanya, meski mimpi tampil di Piala Dunia 2026 terasa semakin jauh. (udn)
Load more