Dikalahkan China 0-7, Simon Tahamata Tegaskan Timnas Indonesia U-17 Belum Tunjukkan Kekuatan Asli
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, angkat bicara setelah Timnas Indonesia U-17 meraih hasil kurang memuaskan dalam agenda uji coba melawan China. Ia memastikan situasi tersebut tidak membuatnya gusar terhadap perkembangan skuad Garuda Muda.
Dua pertandingan yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang, memang berakhir dengan kekalahan bagi tim muda Indonesia. Pada laga pertama, Garuda Muda tumbang 0-7, sedangkan pada pertemuan kedua mereka kalah tipis 2-3.
Walau skor pada pertandingan awal terlihat mencolok, Simon menilai hasil tersebut bukan gambaran utuh kekuatan tim. Ia melihat proses pembentukan skuad masih berjalan dan membutuhkan kesabaran dari semua pihak.
Menurutnya, banyak pemain yang masih beradaptasi satu sama lain. Kondisi itu wajar mengingat sebagian besar dari mereka baru melewati tahap seleksi dan belum lama disatukan dalam satu tim.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas lawan tidak bisa dipandang sebelah mata. China dinilainya memiliki organisasi permainan yang rapi serta kemampuan mengontrol jalannya laga.
"Pertandingan pertama tidak bagus. Yang kedua saya senang. Apa yang Coach Nova sampaikan untuk mereka, itu bisa dijalankan pemain. Tidak usah khawatir, nanti bisa bagus," ujar Simon, Jumat (13/2/2026).
"Jangan lupa, China punya tim yang sangat bagus. Mereka bisa mengontrol permainan. Dan apa yang Coach Nova sampaikan kepada mereka, semua terjadi. Hasilnya bagus, kan. Sekarang memang harus terus dikejar," tambahnya.
Simon melihat uji coba tersebut sebagai bahan pembelajaran penting. Evaluasi dari dua laga itu diyakini akan membantu tim pelatih mempercepat proses perbaikan.
Ia menekankan bahwa usia para pemain yang masih muda justru menjadi keuntungan jangka panjang. Dengan pembinaan yang tepat, potensi mereka diyakini bisa berkembang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Agenda besar yang menjadi target utama adalah Piala Asia U-17 pada Mei 2026. Masih ada waktu yang dinilai cukup untuk mematangkan komposisi serta kualitas permainan tim.
"Mereka itu masih muda. Coach Nova masih bisa menyiapkan mereka setengah tahun, lima bulan. Masih ada waktu," kata Simon.
"Orang-orang tidak perlu terlalu khawatir. Para pemain ini masih baru dan baru saja diseleksi. Jadi, saya tidak khawatir. Saya tahu semuanya akan menjadi bagus," sambungnya.
Selain aspek teknis, Simon turut menyoroti keberanian para pemain di lapangan. Ia ingin anak-anak asuh Nova Arianto lebih percaya diri saat menghadapi duel satu lawan satu.
Dari sisi mental, ia menilai para pemain sudah menunjukkan fondasi yang positif. Semangat serta sikap profesional dianggap menjadi bekal penting untuk bersaing di level Asia.
Pria berdarah Indonesia yang pernah mencatatkan 22 penampilan bersama tim nasional Belanda itu juga memberi sinyal adanya kemungkinan perubahan komposisi pemain. Proses pencarian talenta terbaik disebut masih akan terus dilakukan.
"Masih cari. Kita harus mencari yang terbaik. Bukan hanya mengambil anak-anak yang berusia 16 tahun. Kita harus mencari pemain yang lebih baik dari yang ada saat ini," ucapnya.
"Kita harus melihat bagaimana mereka bermain satu lawan satu, bagaimana tekniknya, bagaimana taktiknya, dan bagaimana bermain dengan hati. Mereka adalah orang-orang yang merepresentasikan bangsa Indonesia," tutupnya.
(igp)
Load more