News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengganti Thom Haye Sudah di Depan Mata, Eks Kapten Jerman Berdarah Surabaya Ini Dipantau Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda Eropa yang sedang naik daun. Nama Laurin Ulrich, gelandang berdarah Surabaya disebut pengganti Thom Haye.
Selasa, 24 Februari 2026 - 04:59 WIB
Laurin Ulrich dan Thom Haye, gelandang keturunan Indonesia
Sumber :
  • Instagram @laurin.ulrich - Instagram @thomhaye

tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda Eropa yang sedang naik daun.

Nama Laurin Ulrich mencuat setelah menunjukkan perkembangan signifikan di kompetisi Jerman musim 2025/2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelandang berdarah Surabaya itu saat ini menjalani masa peminjaman dari VfB Stuttgar ke FC Magdeburg. Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik dalam kariernya.

Siapa Laurin Ulrich? Kapten Timnas Jerman U-20 yang Dilobi PSSI untuk Gabung Timnas Indonesia di Era John Herdman
Siapa Laurin Ulrich? Kapten Timnas Jerman U-20 yang Dilobi PSSI untuk Gabung Timnas Indonesia di Era John Herdman
Sumber :
  • instagram Laurin Ulrich

Berbeda dengan masa singkatnya bersama SSV Ulm 1846 yang hanya memberinya lima penampilan dan total 70 menit bermain, Ulrich kini mendapatkan kepercayaan penuh.

Hingga pertengahan Februari 2026, ia sudah mencatat sekitar 20–21 penampilan dengan total lebih dari 1.700 menit bermain.

Meski belum mencetak gol, kontribusinya terlihat dari tiga assist serta rating rata-rata 7,05 versi FotMob.

Perannya di Magdeburg tak sekadar pelengkap. Ia aktif mengatur tempo permainan, membantu transisi menyerang, dan menunjukkan fleksibilitas sebagai gelandang serang maupun winger kiri.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Jam terbang yang stabil membuat permainannya terlihat lebih matang dan percaya diri.

Ketertarikan publik Indonesia terhadap Ulrich bukan tanpa alasan. Ia memiliki darah Surabaya dan pernah dipercaya menjadi kapten tim kelompok usia Jerman.

Pendekatan dari Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak awal 2025. Namun kala itu, ia memilih fokus membela Jerman.

“Saya tahu ada permintaan (untuk membela Timnas Indonesia), tapi saya kini bermain untuk Jerman. Saya menilai itu penting bagi saya,” ujar Laurin, dikutip dari Podcast FC Magdeburg.

Meski begitu, pintu belum sepenuhnya tertutup.

Pemain berdarah Surabaya, Laurin Ulrich
Pemain berdarah Surabaya, Laurin Ulrich
Sumber :
  • Instagram - FC Magdeburg

“Namun, saya tidak akan pernah bilang tidak. Jadi, saya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan (membela Timnas Indonesia),” tegasnya menambahkan.

Pernyataan tersebut menjadi celah harapan bagi publik Tanah Air.

Jika suatu saat proses naturalisasi berjalan dan Ulrich menerima pinangan Indonesia, persaingan di lini tengah akan semakin ketat.

Selama ini, Thom Haye dikenal sebagai salah satu pengatur ritme permainan Garuda.

Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Calvin Verdonk.
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Calvin Verdonk.
Sumber :
  • PSSI

Namun kehadiran Ulrich, pemain yang lebih muda dan terbiasa dengan intensitas sepak bola Jerman, tentu saja bisa mengubah peta persaingan.

Bukan tak mungkin posisi inti di lini tengah akan mendapat tantangan serius.

Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia tengah membangun proyek regenerasi dan peningkatan kualitas skuad.

Pemain dengan pengalaman Eropa, fleksibilitas posisi, serta jam terbang kompetitif seperti Ulrich jelas menjadi aset berharga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Laurin Ulrich akan tetap setia pada Jerman, atau suatu saat memilih membela tanah leluhurnya?

Jika keputusan besar itu datang, lini tengah Garuda bisa memasuki era persaingan baru yang lebih panas dari sebelumnya. (asl)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bang Jay Bikin Heboh di Italia, Jay Idzes Sabet Man of the Match di Laga Fiorentina vs Sassuolo

Bang Jay Bikin Heboh di Italia, Jay Idzes Sabet Man of the Match di Laga Fiorentina vs Sassuolo

Kabar membanggakan datang dari Italia. Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes sukses mencuri perhatian publik Serie A setelah tampil solid membela Sassuolo saat bert
Sekolah Cagar Budaya Kumuh, Dedi Mulyadi Turun Tangan Siap Rehab SD Negeri 1 Cibogo

Sekolah Cagar Budaya Kumuh, Dedi Mulyadi Turun Tangan Siap Rehab SD Negeri 1 Cibogo

​​​​​​​Dedi Mulyadi soroti SD Negeri 1 Cibogo yang kumuh. Sekolah cagar budaya 1921 ini bocor dan rusak, ia langsung janji rehab demi kenyamanan belajar siswa.
Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Terjadi insiden kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Taksi Green SM berikan klarifikasi
Lima Korban Tabrakan Kereta Masih Terjepit, 14 Personel Basarnas Tambahan Diterjunkan ke Stasiun Bekasi Timur

Lima Korban Tabrakan Kereta Masih Terjepit, 14 Personel Basarnas Tambahan Diterjunkan ke Stasiun Bekasi Timur

Guna mempercepat proses penyelamatan yang telah berlangsung selama lima jam, Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah kekuatan personel di lokasi kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur. 
Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur seolah membuka kembali luka lama dalam sejarah kelam perkeretaapian tanah air lebih dari 1 dekade lalu.
Dedi Mulyadi Temukan Truk Mogok di Tanjakan, Langsung Beri Uang Jajan Rp500 Ribu dan Antar ke Bengkel

Dedi Mulyadi Temukan Truk Mogok di Tanjakan, Langsung Beri Uang Jajan Rp500 Ribu dan Antar ke Bengkel

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu sopir truk mogok di tanjakan. Beri uang Rp500 ribu dan antar ke bengkel setelah radiator pecah, menunjukkan kepedulian di jalan.

Trending

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Data jumlah korban kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari. 
Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur seolah membuka kembali luka lama dalam sejarah kelam perkeretaapian tanah air lebih dari 1 dekade lalu.
Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Korban ungkap detik-detik KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi. Ngaku syok dan panik, gerbong hancur, puluhan korban luka kini dirawat di RSUD Kota Bekasi.
Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Taksi Green SM Beri Klarifikasi Soal Dugaan Pemicu Tabrakan Maut KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur

Terjadi insiden kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Taksi Green SM berikan klarifikasi
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

​​​​​​​Pengakuan ayah soal Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak disebut sering menangis saat dititipkan, namun mendadak diam saat di sekolah. (28/4/2026)
Lima Korban Tabrakan Kereta Masih Terjepit, 14 Personel Basarnas Tambahan Diterjunkan ke Stasiun Bekasi Timur

Lima Korban Tabrakan Kereta Masih Terjepit, 14 Personel Basarnas Tambahan Diterjunkan ke Stasiun Bekasi Timur

Guna mempercepat proses penyelamatan yang telah berlangsung selama lima jam, Badan SAR Nasional (Basarnas) menambah kekuatan personel di lokasi kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur. 
Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4/2026) melibatkan rangkaian KRL ditabrak kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT