Ramadhan Sananta Jadi Bulan-bulanan Fans Hingga Trending di X: Gile, Mauro Masuk Langsung Jebol!
Di bawah mistar, Maarten Paes dipercaya sebagai penjaga gawang, sementara lini belakang diperkuat Idzes, Rizky Ridho, dan Baggott.
Di lini tengah, Jordi Amat, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk menjadi motor permainan. Sementara lini serang dihuni Ole Romeny, Beckham Putra, dan Ramadhan Sananta.
Namun, meski mendapat kepercayaan penuh, Sananta justru kesulitan menunjukkan ketajamannya. Ia beberapa kali mendapatkan peluang emas, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.
Salah satu peluang terbaik terjadi pada menit ke-26, saat ia lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan kiper.Â
Sayangnya, penyelesaian akhirnya terlalu terburu-buru sehingga bola berhasil diamankan oleh kiper lawan, Archibald Julani.
Di penghujung babak pertama, ia kembali memiliki kesempatan emas saat berlari sendirian menuju gawang. Namun, tekanan dari bek lawan membuatnya gagal menyelesaikan peluang tersebut.
Beckham Bersinar, Sananta Tenggelam?
Di saat Sananta kesulitan mencetak gol, Beckham Putra justru tampil gemilang. Ia sukses mencetak dua gol di babak pertama, masing-masing pada menit ke-14 dan 25, berkat assist dari Ole Romeny.
Gol pertama lahir dari aksi individu impresif setelah menerima umpan terobosan, melewati bek dan kiper lawan. Sementara gol kedua tercipta lewat penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.
Perbedaan performa ini membuat perbandingan antara pemain semakin tak terhindarkan. Apalagi, kehadiran Mauro Zijlstra di bangku cadangan menambah tekanan bagi Sananta, mengingat efektivitasnya yang disebut-sebut lebih tinggi.
Meski demikian, perlu diingat bahwa FIFA Series 2026 merupakan ajang awal bagi John Herdman untuk membentuk tim. Eksperimen dan rotasi pemain menjadi hal wajar dalam fase ini.
Sananta sendiri masih memiliki peluang untuk membuktikan kualitasnya. Kritik tajam dari netizen bisa menjadi motivasi tambahan untuk bangkit dan menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi ujung tombak Timnas Indonesia.
Pada akhirnya, persaingan di lini depan justru menjadi sinyal positif. Dengan banyaknya opsi striker seperti Sananta, Mauro, hingga Ole Romeny, Timnas Indonesia kini memiliki kedalaman skuad yang lebih baik.
Tinggal bagaimana setiap pemain memanfaatkan kesempatan yang diberikan, karena di level internasional, satu peluang bisa menjadi pembeda antara pujian dan kritik tajam dari publik. (udn)
Â
Load more