Media Italia Jelaskan Alasan FIFA Tak Pilih Timnas Indonesia untuk Playoff Dadakan Piala Dunia 2026
- Kitagaruda.id
Jakarta, tvOnenews.com - Media Italia menjelaskan alasan FIFA tak pilih Timnas Indonesia untuk ikut playoff dadakan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut bisa terselenggara jika Iran dicoret.
Status Iran untuk Piala Dunia 2026 telah diragukan selama beberapa bulan terakhir. Situasi geopolitik yang memanas membuat status Team Melli terancam dicoret.
Timnas Iran akan bermain di Amerika Serikat dengan menghadapi Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Mereka telah meminta FIFA untuk memindahkan venue.
Namun demikian, FIFA telah menolaknya, sebagaimana dikonfirmasi oleh Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum. FIFA mencatut masalah logistik sebagai alasan tidak bisa mengabulkan permintaan Iran.
“FIFA pada akhirnya memutuskan untuk tidak bisa memindahkan venue original mereka,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Mexico City, dilansir Aljazeera.
“Itu [relokasi] akan membuat logistik menjadi terlalu rumit, dan keputusan ini diambil oleh FIFA,” tambahnya.
Pada Senin (13/4/2026) kemarin, Polymarket memperkirakan bahwa ada peluang 15 persen untuk FIFA mencoret Iran. Namun, Iran pada akhirnya dicoret, FIFA diwartakan akan menggelar playoff dadakan yang terdiri dari dua tim Asia dan dua tim Eropa, menurut klaim dari The Athletic.
Wakil dari Eropa adalah Italia selaku tim dengan peringkat FIFA tertinggi yang gagal lolos, disusul oleh Denmark. Keduanya sama-sama tersingkir di final playoff yang digelar pada Maret 2026 lalu.
Sedangkan untuk wakil Asia, tim yang paling berhak adalah Uni Emirat Arab. Sebab, mereka tersingkir di putaran kelima setelah kalah 2-3 dari Irak dalam dua leg.
Satu tim lainnya adalah perwakilan dari putaran keempat. Dalam hal ini, Timnas Indonesia memenuhi syarat karena gugur di fase ini pada bulan Oktober.
Mereka kalah 2-3 dari Arab Saudi dan kemudian 0-1 dari Irak. Namun, ada pula Oman yang bermain di Grup B yang kalah saing dengan Qatar dan UEA.
Oman sendiri mencetak satu poin dari hasil imbang 0-0 melawan Qatar. Sedangkan pada laga melawan UEA, Oman hanya menderita kekalahan dengan skor 1-2.
Menurut media Italia, Virgilio Sport, pemilihan Oman bukan didasarkan hal tersebut. Negara Timur Tengah diperkirakan bisa terpilih karena menjadi negara dengan ranking FIFA terbaik kedua setelah UEA.
UEA pada saat ini ada di ranking ke-68 FIFA. Sedangkan Oman berada di peringkat ke-79 FIFA, jauh di atas Indonesia yang hanya beraada di peringkat ke-122 FIFA pada saat ini.
“Akan ada tempat untuk Uni Emirat Arab, yang tersingkir oleh Irak—yang kemudian lolos ke babak play-off antarbenua—dan berada di peringkat ke-68 dalam peringkat FIFA. Dan untuk Oman, yang berada di peringkat ke-79, tim Asia terbaik kedua yang tidak lolos ke final, karena tersingkir di babak ketiga kualifikasi AFC,” tulis media Italia itu.
Lebih lanjut, menurut Virgilio Sport, Italia akan bermain menghadapi Oman. Sedangkan Denmark akan melawan UEA, dengan prediksi bahwa kedua tim Eropa akan saling berhadapan di final.
“Semifinal dijadwalkan antara Italia vs Oman dan Denmark vs Uni Emirat Arab. Kemudian final, kemungkinan besar melawan Hojlund, Eriksen, dan kawan-kawan. Bukan lawan terbaik dalam pertandingan satu kali. Di sisi lain, Azzurri berhasil menghindari kekalahan melawan Bosnia, meskipun dalam kekacauan di Zenica,” tulisnya. (rda)
Load more