Kesempatan Sudah Tertutup, Timnas Indonesia Tidak Bisa Ikut Play-off Tambahan dan Lolos Piala Dunia 2026
- Instagram/jayidzes
tvOnenews.com - Mimpi Indonesia untuk mencicipi panggung Piala Dunia 2026 tiba-tiba mendapatkan hembusan angin segar.
FIFA dikabarkan tengah menyiapkan sebuah "pintu darurat" atau jalur play-off tambahan yang bisa menjadi tiket instan bagi negara yang sebelumnya sudah dinyatakan gugur di babak kualifikasi.
Namun, apakah Skuad Garuda benar-benar bisa mencuri kesempatan dalam kesempitan ini? Begini skenarionya.
Skenario "pintu darurat" FIFA
- Antara
Wacana ini muncul bukan karena faktor teknis semata, melainkan akibat gejolak geopolitik.
Berdasarkan laporan media Prancis, RMC Sport, FIFA sedang menyiapkan rencana cadangan jika Timnas Iran terpaksa mundur atau didiskualifikasi dari putaran final Piala Dunia 2026 akibat situasi internal negara yang tidak stabil.
Jika skenario pahit bagi Iran itu terjadi, FIFA tidak akan membiarkan satu kursi kosong begitu saja.
Rencananya, sebuah turnamen mini bertajuk play-off antarbenua akan digelar secara mendadak. Formatnya melibatkan empat tim yang "nyaris lolos", yakni dua wakil dari Asia (AFC0 dan dua wakil dari Eropa (UEFA).
"Situasi politik yang tidak stabil di Iran, yang dapat menyebabkan mereka menarik diri dari turnamen, dan proposal unik FIFA menjadi inti permasalahannya," tulis lead laporan yang dipublikasikan oleh RMC Sport, dikutip Rabu (15/4/2026).
"Menurut beberapa media, diskusi di dalam FIFA sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan babak play-off antarbenua di menit-menit terakhir jika Iran mengundurkan diri."
"Play-off ini akan terdiri dari dua tim dari AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) dan dua tim UEFA dari antara tim-tim yang tidak lolos kualifikasi," sambung RMC Sport.
Antara harapan dan realita pahit
- AFC
Kabar ini tentu membuat jantung pendukung Timnas Indonesia berdegup kencang. Pasalnya, Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan heroik hingga putaran keempat kualifikasi di bawah arahan Patrick Kluivert, meski akhirnya harus gigit jari karena gagal melaju.
Namun, jika FIFA benar-benar mengeksekusi rencana ini, tantangan besar bagi Indonesia adalah kriteria pemilihan tim.
Jika FIFA menggunakan tolok ukur peringkat dunia, Indonesia yang kini bertengger di posisi 122 harus berhadapan dengan raksasa Eropa yang juga gagal lolos, seperti Italia (12) atau Denmark (20).
Sementara itu, di level konfederasi sendiri (AFC), masih ada tim dengan peringkat lebih tinggi yang juga gagal melaju, seperti Uni Emirat Arab (68) dan Oman (79). Secara matematis, mereka memiliki posisi yang lebih kuat untuk dipanggil FIFA.
Masih Ada Keajaiban?
- Twitter/@FIFA
Meski di atas kertas peluang Indonesia terlihat tipis karena terbentur tembok peringkat FIFA, harapan belum sepenuhnya mati.
Sayangnya, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut belum merilis format resmi maupun kriteria spesifik mengenai siapa saja tim yang berhak mengisi slot "undangan" tersebut.
Selama peluit akhir belum ditiup dan pengumuman resmi belum keluar, spekulasi mengenai keberuntungan Skuad Garuda akan tetap menjadi perbincangan hangat.
Apakah FIFA akan memilih berdasarkan peringkat, atau justru mencari tim dengan daya tarik pasar dan progresivitas sepak bola tertinggi? Timnas Indonesia hanya bisa menunggu dan berharap keajaiban berpihak pada Skuad Garuda. (ism)
Load more