Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran
- Instagram @shintaeyong7777
tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya angkat bicara terkait peluang melatih klub di Liga Indonesia setelah mengalami dua kali pemecatan sepanjang 2025.
Diketahui, PSSI secara mengejutkan memecat Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada Senin (6/1/2025).
Selama hampir lima tahun menangani skuad Garuda sejak 2019, pelatih asal Korea Selatan tersebut menjadi sosok penting dalam perkembangan tim.
- Antara
Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia mencatat sejumlah pencapaian, seperti runner-up Piala AFF 2020 dan Piala AFF 2023, meraih medali perunggu SEA Games 2021, menembus 16 besar Piala Asia 2023, serta melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024.
Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga sukses membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sekaligus meningkatkan peringkat FIFA dari 173 ke 129.
Kontribusinya juga terlihat dari lahirnya sejumlah pemain muda potensial seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan, serta integrasi pemain naturalisasi berkualitas Eropa seperti Jay Idzes, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Elkan Baggott, Ivar Jenner, Sandy Walsh, Rafael Struick, hingga Calvin Verdonk.
Namun, setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat menangani Ulsan HD, tetapi kembali harus menerima pemecatan.
Meski mengalami dua kegagalan dalam satu tahun, Shin Tae-yong mengaku tetap terbuka terhadap berbagai tawaran, termasuk kemungkinan melatih di Liga 1 Indonesia yang kini dikenal sebagai Super League.
"Selalu terbuka apapun penawaran, dan memang ada dua tawaran juga, walaupun bukan dari Indonesia, tapi Coach Shin dengan berusaha keras untuk persiapan yang matang," ujar Jeje menerjemahkan pernyataan Shin Tae-yong.
Ia juga mengungkapkan bahwa tawaran tersebut datang dari klub-klub di kawasan Asia.
Masih Pantau Pemain Timnas Indonesia
Shin Tae-yong juga mengungkapkan bahwa dirinya masih mengikuti perkembangan para mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia. Ia menyebut tetap terhubung dengan sejumlah pemain melalui media sosial.
“Karena masih follow-followan sama pemain (timnas), jadi bisa dibilang separuh dari pemain timnas masih dipantau terus,” ujar Jeje selaku penerjemah.
Load more