Pesan Berkelas Ketum PSSI Erick Thohir Lihat Perjuangan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-15 2026: Pengalaman Berharga
- Kita Garuda
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan pesan penyemangat kepada Timnas Indonesia U-15. Ia menilai pengalaman Garuda Muda tampil di Piala Dunia U-15 2026 menjadi bekal penting bagi perkembangan para pemain.
Perjalanan Timnas Indonesia di turnamen tersebut memang tidak selalu berjalan mulus. Terbaru, skuad asuhan Furqon Alkatiri harus menerima kekalahan 1-5 dari Prancis dalam perebutan peringkat 69-72 Tier C.
Pertandingan berlangsung di Lapangan 9B, Kompleks Kompetisi Hovsan, Azerbaijan, Kamis (29/10/2026) malam WIB. Kedua tim bertemu setelah sama-sama gagal melaju di jalur utama Tier C.
Indonesia sebelumnya kalah 1-6 dari Luksemburg pada babak perempat final. Sementara itu, Prancis harus turun ke jalur yang sama setelah ditundukkan Tunisia dengan skor 3-5.
Menghadapi Prancis, Garuda Muda sebenarnya berusaha tampil berani sejak awal pertandingan. Mereka mengandalkan umpan pendek dan mencoba mengimbangi permainan fisik para pemain lawan.
Namun, Indonesia kebobolan ketika laga baru berjalan tujuh menit. Prancis kemudian menggandakan keunggulan sebelum kesalahan di area pertahanan membuat Garuda Muda tertinggal 0-3 pada menit ke-12.
Memasuki babak kedua, Prancis kembali menambah gol saat pertandingan baru berjalan dua menit. Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-35, tetapi gagal menambah gol hingga laga berakhir.
Prancis justru mencetak gol kelima pada detik-detik akhir pertandingan. Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus melanjutkan perjuangan untuk memperebutkan peringkat ke-71 secara keseluruhan.
Di tengah hasil tersebut, Erick Thohir tetap memberikan dukungan kepada para pemain muda Indonesia. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia menyoroti pengalaman berharga yang didapat Garuda Muda selama mengikuti turnamen.
"Sebuah pengalaman berharga bagi Timnas Indonesia U-15 bisa bertemu langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino," tulis Erick. Ia juga mengapresiasi FIFA yang telah memfasilitasi turnamen sepak bola usia dini berskala global tersebut.
Menurut Erick, kompetisi internasional memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Mereka juga bisa merasakan langsung atmosfer pertandingan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
"Dari pengalaman seperti inilah mimpi besar tumbuh. Semakin banyak anak mendapat kesempatan untuk berkompetisi, belajar, dan mengembangkan potensinya," tambah Erick.
Ia berharap pengalaman di Azerbaijan menjadi modal penting bagi perjalanan karier para pemain. Erick juga optimistis kompetisi seperti ini dapat membantu melahirkan talenta yang kelak menjadi bagian penting sepak bola Indonesia.
"Dari kompetisi ini akan lahir bintang-bintang masa depan sepak bola Indonesia," pungkasnya.
Optimisme tersebut tidak lepas dari perjalanan Indonesia sejak fase grup. Garuda Muda sempat menempati posisi ketiga Grup G dengan koleksi tujuh poin dari lima pertandingan.
Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan besar 7-1 atas Fiji. Setelah itu, mereka kalah 0-3 dari Wales dan 1-2 dari Portugal sebelum bermain imbang 1-1 melawan Bangladesh.
Garuda Muda kemudian menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 6-1 atas Burundi. Hasil tersebut membantu mereka mengumpulkan tujuh poin dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Tier C.
Pada fase gugur, Indonesia menunjukkan daya juang saat menghadapi Moldova. Mereka menang 9-8 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 pada waktu normal.
Langkah Indonesia berlanjut ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Moldova. Garuda Muda kemudian mengalahkan Panama dengan skor 5-3 melalui penampilan impresif Muhammad Nazar yang mencetak dua gol.
Lyonel Musaling, Rendra Maulana, dan Muhammad Fayyad turut menyumbangkan gol dalam kemenangan atas Panama. Kini, Indonesia dijadwalkan menghadapi Benin untuk memperebutkan posisi ke-71.
(sub)
Load more