Polisi Gerebek Ponpes, Ternyata Buntut dari Aksi Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Ramai di media sosial terkait aksi polisi yang menggerebek sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di wilayah Mojolaban, Sukoharjo, dan Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).
Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan turut mengkonfirmasi aksi penggerebekan yang dilakukan oleh personelnya tersebut.
Roy mengaku jika aksi penggerebekan terhadap sejumlah Ponpes itu dilakukan oleh Polres Sukoharjo.
Menurutnya aksi penggerebekan oleh personel kepolisian itu buntut dari pengembangan kasus terkait adanya aksi pengrusakan dan pembakaran sebuah warung Mi Babi di Kabupaten Sukoharjo yang terjadi pada 12 September 2026 lalu.
“Fakta-fakta yang yuridis. Jadi kalau kita bicara tentang kasus pembakaran warung Mi Babi, kita berangkat dari kasus itu,” kata Roy kepada awak media, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Roy memaparkan penggerebekan ponpes tersebut turut didapati adanya sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pengrusakan disertai pembakaran itu.
Ia mengklaim kepolisian turut mendapati sejumlah barang mencurigakan berupa senjata tajam (sajam) seperti celurit, parang, samurai, sangkur, sangkur kecil, pisau kecil, pisau lipat.
Tak hanya itu, kepolisian turut mendapati anak panah, alat memanah, botol spiritus, satu cairan asam kuat (strong acid), drone, CCTV, HT mini, teleskop ponsel, satu solder, serta satu rol kabel listrik, dan selotip warna putih.
Selain itu, kepolisian turut mendapati kotak amunisi warna hijau bergambar bendera tauhid, satu tas senapan, dan satu pelat nomor sepeda motor dengan tanda nomor AD 6773 BTT.
“Terlepas setelah kita temukan ada barang bukti lain yang banyak senjata tajam, yang tadi sudah kita sampaikan itu, nanti proses dalam penyidikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Roy mengaku pihaknya telah menangkap seorang mantan narapidana teroris (napiter) berinisial ST yang diduga berkaitan dengan kasus pengrusakan dan pembakaran warung Mi Babi itu.
“Tapi terhadap ST sudah kita kembangkan, ya. Dalam hal ini yang diakui oleh yang bersangkutan untuk melawan, untuk melawan petugas," terangnya.
"Sehingga pada waktu kita melakukan penangkapan dengan Brimob, benar-benar kita dilawan bahkan kita disamurai, ada dua anggota kita terluka. Kira-kira itu. Ya nanti kita, kita juncto-kan atau subsiderkan kan untuk itu, penyerangan petugas,” pungkasnya. (raa)
Load more