News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Pelanggaran?

Senin, 31 Januari 2022 - 15:54 WIB
  • Reporter :

Langkat, Sumatera Utara - Penangkapan Bupati nonaktif Langkat, Terbit rencana perangin angin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbuntut panjang. Sebab usai penangkapan itu, terkuak pula adanya Kerangkeng manusia di rumah Terbit.

Laporan itu semula diterima pihak Migrant Care, lalu dilaporkan ke Komnas HAM. Setelah itu spekulasi seputar kerangkeng bertiup kencang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada yang menyebut bila kerangkeng manusia ini sebagai tempat pekerja kebun kelapa sawit milik Terbit beristirahat. Tak ayal laporan itu bak mengisyaratkan seolah ada indikasi praktik eksploitasi manusia alias perbudakan di sana.

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan bahwa ditemukan sebuah situasi di dalam rumah eks Bupati Langkat yaitu terdapat kerangkeng manusia. Kerangkeng tersebut digembok dari luar. 

Menurut Anies, orang-orang dalam kerangkeng tersebut dipekerjakan di kebun kelapa sawit tanpa digaji, hanya mendapatkan makan 2 kali sehari, dan juga mendapat kekerasan fisik.

Namun suara berbeda kemudian meluncur tak kalah kencang. Dikatakan kerangkeng yang telah dioperasikan selama 10 tahun itu diperuntukkan sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba. 

Sedangkan, jauh sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka terbit pernah mengklaim bila kerangkeng yang dibangun yaitu sebagai tempat pembinaan pecandu narkoba.

“Kalau menurut melekat kami, BNN, tempat tersebut bukan tempat rehabilitasi, karena banyak sekali indikator tempat rehabilitasi, terutama indikator administratif dan indikator operasional,”tutur Kabiro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono.

Secara administratif, tempat rehabilitasi tersebut tidak terdaftar. Sedangkan secara operasional, kerangkeng tersebut tidak layak disebut sebagai tempat rehabilitasi.

Selain memantik polemik, temuan kerangka manusia milik terbit juga dinilai mengundang konsekuensi hukum. Sebab kalaupun benar kerangkeng manusia itu sebagai tempat pembinaan pecandu narkoba sabu karena tak ada izin yang dikantongi kata hal itu tak dapat dibenarkan. Lebih-lebih jika sampai ada praktik perbudakan di sana. Konsekuensi hukumnya akan lebih serius lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini pihak berwajib dengan berusaha mengusut tuntas seputar keberadaan kerangkeng manusia di area rumah Terbit.

Persoalan hukum yang sedang dihadapi Terbit Rencana Perangin Angin tak hanya perkara kerangkeng manusia. Terbit juga sedang diselidiki terkait temuan 8 dilindungi, di samping isu utama korupsi yang membelitnya.(awy)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider VR46 Ini Beberkan Segala Ketertinggalan Motor Ducati dibanding Para Rivalnya di MotoGP 2026

Rider andalan VR46, Fabio di Giannantonio, mengurai penyebab performa Ducati GP26 sulit konsisten pada balapan panjang musim 2026.
Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Brimob Polda Sumut Sterilisasi Gereja di Medan Guna Kekhusyukan Ibadah Jumat Agung

Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), guna kekhusyukan umat Kri
Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Bos Mercedes, Toto Wolff, meragukan bahwa mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, akan kembali ke F1 meski santer dirumorkan.
Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Viral jadi sorotan di media sosial, paman dan kakek melakukan pelecehan terhadap ponakan atau keluarganya sendiri. Polisi sudah turun tangan atasi kasus ini.
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Warga di Tambun Bekasi Berjumlah Tiga Orang, Ini Perannya

Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Warga di Tambun Bekasi Berjumlah Tiga Orang, Ini Perannya

Polres Metro Bekasi menangkap tiga orang pelaku penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), yang terjadi di Jalan Bumi Sani Permai, Tambun Selatan
Kebut Huntap-Huntara, Satgas PRR Komitmen Berikan Hidup Layak Bagi Penyintas

Kebut Huntap-Huntara, Satgas PRR Komitmen Berikan Hidup Layak Bagi Penyintas

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pemkab Bireuen: Bantuan Jadup Korban Banjir Mulai Disalurkan 6 April

Pemkab Bireuen: Bantuan Jadup Korban Banjir Mulai Disalurkan 6 April

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen Muhajir Juli menyatakan bantuan jatah hidup (jadup) untuk korban banjir dan tanah longsor di daerah itu mulai disalurka
Dari Kawan jadi Lawan! Kara Bajema Tulis Pesan Untuk Megawati Hangestri usai Duel Sengit di Final Four Proliga 2026

Dari Kawan jadi Lawan! Kara Bajema Tulis Pesan Untuk Megawati Hangestri usai Duel Sengit di Final Four Proliga 2026

Dua pemain yang berhasil membawa Jakarta BIN meraih gelar juara Proliga 2024, Megawati Hangestri dan Kara Bajema, kembali bertemu di babak final four musim ini.
Tiga Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Yogya-Wates Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Tiga Pemotor Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Yogya-Wates Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut tiga nyawa terjadi di jalan Yogya-Wates, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Jumat (3/4/2026).
Mulai Sendiri Perang dengan Iran, Trump Rencana Akhiri Ketegangan karena Takut Kalah di Kongres

Mulai Sendiri Perang dengan Iran, Trump Rencana Akhiri Ketegangan karena Takut Kalah di Kongres

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang berupaya mencari jalan untuk mengakhiri perang dengan Iran, karena ia khawatir kalah di Kongres.
ADVERTISEMENT