Prabowo: Tindak Tegas Pelaku Anarkistis
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikapnya terhadap aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.Â
Menurut Prabowo, pemerintah sama sekali tidak mempersoalkan aksi demonstrasi maupun penyampaian kritik, selama dilakukan sesuai jalur konstitusi dan dengan damai.
Namun, Prabowo menekankan bahwa tindakan anarkistis yang merusak fasilitas umum, menjarah, bahkan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, tidak bisa ditoleransi.
Data mencatat delapan orang meninggal dunia dalam demonstrasi yang terjadi pada Agustus lalu. Selain itu, sejumlah petugas keamanan juga menjadi korban luka, dan banyak fasilitas umum mengalami kerusakan.
Situasi tersebut, kata Presiden, tidak hanya merugikan negara tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dalam diskusi yang menghadirkan Analis Intelejen Ridwan Habib dan Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi, terungkap bahwa fenomena aksi anarkis kerap muncul akibat penyusupan provokator di tengah massa.
Menurut Aryanto, aparat sebenarnya bertugas melindungi demonstran agar bisa menyampaikan aspirasi dengan damai. Namun, ketika kelompok perusuh masuk, situasi berubah menjadi kacau.
Ridwan Habib menyoroti perlunya evaluasi besar-besaran dalam tiga aspek utama Intelijen agar kejadian seperti ini bisa diprediksi sebelum terjadi, bukan setelahnya; Tactical Floor Game, strategi penanganan massa di lapangan harus lebih terukur, termasuk penempatan aparat sesuai eskalasi; Komunikasi Krisis, Â pemerintah perlu memiliki pusat komunikasi resmi untuk melawan arus informasi liar di media sosial yang kerap dimanfaatkan provokator.
Keduanya menegaskan pentingnya soliditas TNI-Polri dalam menjaga keamanan. Potret di lapangan menunjukkan adanya sinergi, namun di media sosial beredar narasi yang seolah-olah memperlihatkan ketegangan di antara dua institusi.Â
Â