Banjir Bandang di Aceh Tengah, Sejumlah Desa Terisolasi
Aceh Tengah, tvOnenews.com - Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir satu pekan tanpa henti.
Dampaknya sangat parah, tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga menelan korban jiwa.
Sebanyak 11 warga dilaporkan tertimbun material longsor. Hingga Jumat malam, sembilan orang dipastikan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian tim penyelamat.
Upaya evakuasi terkendala kondisi medan yang berat dan cuaca yang masih berubah-ubah.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang dan tanah longsor memaksa kurang lebih 1.400 warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Para pengungsi kini tersebar di sejumlah titik, seperti sekolah, masjid, dan gedung fasilitas umum lainnya. Mereka membutuhkan pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, serta selimut untuk bertahan selama berada di tempat pengungsian.
Bencana ini juga menyebabkan Aceh Tengah terisolasi. Banyak jalan dan jembatan putus, sehingga menghambat akses transportasi serta distribusi logistik.
Sejumlah wilayah terdampak bahkan belum dapat dijangkau kendaraan berat karena tertutup lumpur dan longsoran tebing.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya membuka akses jalan sekaligus mempercepat pencarian dua warga yang masih hilang.
Pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk segera mengungsi ke lokasi aman jika terjadi peningkatan curah hujan atau tanda-tanda pergerakan tanah.