Kondisi di Aceh Tamiang kian Memprihatinkan, Warga Bangun Tempat Tinggal Sementara
Aceh tamiang, tvOnenews.com - Bencana banjir bandang yang memasuki pekan ketiga masih menyisakan kerusakan parah di ratusan desa.
Kondisi di sejumlah titik terdampak menunjukkan warga bertahan dalam situasi memprihatinkan tanpa akses air bersih, penerangan, maupun tempat tinggal layak.
Di salah satu lokasi yang rusak berat, puluhan kepala keluarga kehilangan rumah dan kini membangun barak-barak darurat menggunakan kayu serta material sisa bangunan.
Sebagian warga memilih tetap tinggal di dekat reruntuhan rumah demi menjaga puing yang bisa dimanfaatkan kembali.
Bantuan dari posko utama mulai mengalir ke 12 kecamatan, namun warga menilai jumlahnya belum mencukupi.
Rata-rata satu keluarga hanya menerima 1 kg beras, dua butir telur, dan beberapa bungkus mi insta yang menurut warga hanya cukup untuk sehari.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebelumnya mencatat sekitar 200 ribu warga mengungsi di lebih dari 400 titik, sementara sekitar 88 ribu warga memilih tetap bertahan di sekitar rumah mereka yang rusak.
Di antara warga yang mencoba menyelamatkan sisa bangunan adalah Pak Dayat, yang sejak pagi mengumpulkan paku dan kayu.
Ia tinggal di barak darurat yang ia dirikan sendiri, sembari berharap bantuan tenda dan perlengkapan tidur.
Sementara itu, Yuliana, warga lain yang sedang hamil, sudah lebih dari seminggu tinggal bersama suami dan empat anaknya di barak buatan sendiri.
Ia mengaku kesulitan mendapatkan makanan, obat-obatan, dan bantuan lain.
Hingga kini, air bersih belum tersedia dan listrik belum menyala di sebagian besar wilayah. Pada malam hari, banyak area berubah menjadi gelap gulita seperti kota mati.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan tenda, sanitasi, air bersih, kebutuhan medis, serta kejelasan soal hunian pascabencana.