Kabasarnas: Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Butuh Penanganan Khusus
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyampaikan pembaruan penanganan kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Proses evakuasi berlangsung intensif selama sekitar delapan jam dengan mengedepankan aspek kehati-hatian. Petugas gabungan melakukan penanganan khusus karena kondisi benturan menyebabkan bagian lokomotif dan gerbong saling bertumpuk, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.Â
Seluruh rangkaian kereta jarak jauh telah berhasil dievakuasi dari lokasi, sementara proses penanganan masih difokuskan pada evakuasi korban yang tersisa. Penarikan lokomotif belum dilakukan guna memastikan seluruh korban dapat diselamatkan terlebih dahulu.
Di sisi operasional, jalur kereta api pada arah tertentu telah kembali dibuka secara terbatas. Namun, layanan kereta komuter masih mengalami pembatasan, khususnya di sekitar lokasi kejadian.Â
Pihak terkait juga membuka layanan tanggap darurat serta call center untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
Pemerintah menegaskan akan terus memberikan pembaruan secara berkala setiap dua hingga tiga jam seiring perkembangan proses evakuasi di lapangan.
Â