Kasus Covid-19 Naik, RS Darurat Stadion Patriot Kembali Dibuka
Minggu, 20 Juni 2021 - 14:55 WIB
Bekasi, Jawa Barat - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat kembali membuka Rumah Sakit Darurat Khusus Isolasi Mandiri di Stadion Patriot Candrabhaga dikarenakan angka kasus COVID-19 di Kota Bekasi yang melonjak dan juga tingkat keterisian rumah sakit semakin tinggi.
Sejak 15 Juni 2021, Rumah Sakit Darurat Patriot Candrabhaga yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi kembali merawat pasien COVID-19.
Menurut data yang dihimpun tim tvOneNews, dari 52 tempat tidur yang dipersiapkan, sudah terisi oleh 38 pasien yang sudah mulai dirawat di Rumah Sakit Darurat Patriot tersebut.
Rencanya, pekan depan Pemkot Bekasi akan menambah kapasitas tempat tidur di Gate 17, sehingga nantinya Rumah Sakit Darurat Patriot ini dapat merawat 117 pasien COVID-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).
Kembali dioperasikannya Rumah Sakit Darurat Patriot ini didirikan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di klaster keluarga.
Pasien yang rumah tinggalnya tidak memenuhi standar untuk melakukan isolasi diperbolehkan untuk melakukan isolasi di Rumah Sakit Darurat Patriot.
Di Kota Bekasi, per Sabtu (18/6) kemarin, terdapat penambahan pasien COVID-19 sebanyak 428 pasien dengan jumlah total pasien yang terkonfirmasi dalam perawatan ada lebih dari 2.197 pasien.
Menurut Walikota , Rahmat Effendi, menghimbau warga Bekasi untuk lebih waspada karena sedang terjadi lonjakan kasus COVID-19 yang tinggi.
“Pertama, saya menghimbau kepada warga masyarakat Kota Bekasi, sedang terjadi kenaikan yang luar biasa. Jadi bukan 45 derajat, namun sudah 90 derajat,” tutur Walikota yang akrab disapa Kang Pepen ini.
Selain itu, Effendi menambahkan bahwa Pemerintah Bekasi sedang mempersiapkan vaksinasi massal untuk masyarakat Kota Bekasi.
Kenaikan angka kasus COVID-19 di Bekasi menurut Kang Pepen disebabkan oleh tingginya mobilitas keluar masuk warga Bekasi pada saat mudik Lebaran 2021 lalu. Hal ini pun dibuktikan dengan banyaknya klaster keluarga dari mobilitas mudik tersebut.
Menurutnya, banyak sekali warga Bekasi yang ‘nakal’ nekat pergi mudik dan setelah pulang lagi ke Kota Bekasi tidak melapor.
Sebelum kembali tinggi nya angka kasus, Kota Bekasi sempat menjadi daerah dengan penanganan COVID-19 yang cukup baik. Bahkan seminggu sebelum Lebaran 2021, ketersediaan tempat tidur (BOR) mencapai 90 persen.
Menurut Kang Pepen, tingkat kepatuhan masyarakat Bekasi termasuk luar biasa walaupun tingkat kenaikan kasusnya juga tinggi.
Pemerintah Bekasi akan terus menerapkan Test, Tracing, dan Treatment (3T) hingga ke lingkup yang paling bawah seperti RT dan RW. (awy)