Ganjar Pranowo Meminta Maaf Atas Insiden Kerusuhan Pengukuran Tanah Desa Wadas
Purworejo, Jawa Tengah - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf atas insiden yang dialami warganya di Desa wadas Purworejo. Sementara itu Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi membantah keras informasi yang beredar bahwa polisi membawa ribuan anggotanya untuk mengepung warga desa di masjid Desa Wadas.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo berkunjung ke Desa Wadas untuk menyambangi warga Wadas dan melihat pengukuran lahan. Ganjar minta maaf kepada warga desa Wadas atas insiden kericuhan saat pengukuran lahan. Ganjar juga mengajak berdiskusi dengan warga yang lahannya akan diukur BPN.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menegaskan informasi bahwa polisi menyerang dan mengepung warga tidaklah benar. Kapolda memastikan bahwa semua pengamanan yang dilakukan di desa Wadas sudah sesuai dengan SOP.
Kapolda Jawa Tengah juga menegaskan tidak ada warga Desa Wadas yang ditangkap ataupun ditahan. Sebanyak 67 desa yang sebelumnya dibawa ke Mapolres Purworejo telah dikembalikan ke pihak keluarga atau desa asalnya.
Polres Purworejo membawa 64 warga saat kericuhan Selasa kemarin hanya sebatas dimintai keterangan seputar membawa senjata tajam saat pengukuran tanah oleh petugas BPN.(awy)
Â