600 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi Akibat Badai Salju & Angin Kencang Terjang AS
New York, Klik Disini - Lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan akibat hujan salju yang lebat, termasuk 500 lebih penerbangan menuju dan dari tiga bandara besar di sekitar Pulau Manhattan AS. Badai musim dingin Gail yang masih menerjang menyebabkan kekacauan lalu lintas di Negara Bagian New York, dengan ratusan mobil mengalami kecelakaan dan ratusan penerbangan dibatalkan.
Lebih dari 600 kecelakaan mobil terjadi akibat badai musim dingin yang mulai melanda New York pada Rabu (16/12) sore waktu setempat tersebut. Hal ini diungkapkan Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo pada Kamis (17/12).
Lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan akibat hujan salju yang lebat, termasuk 500 lebih penerbangan menuju dan dari tiga bandara besar di sekitar Pulau Manhattan, menurut perusahaan perangkat lunak dan layanan data penerbangan, FlightAware.
Tempat-tempat seperti Newark Valley, Binghamton, dan Vestal di Negara Bagian New York dilanda hujan salju setebal lebih dari 40 inci (sekitar 100 sentimeter), menurut Cuomo.
Meskipun New York City secara keseluruhan dilanda hujan salju dengan intensitas yang lebih kecil dibandingkan perkiraan awal, Bronx melaporkan akumulasi salju setebal 11 inci (sekitar 28 sentimeter), dengan hujan salju setebal lima hingga delapan inci (12-20 sentimeter) turun di seluruh kota tersebut, tutur Wali Kota New York City Bill de Blasio dalam konferensi pers pada Kamis pagi.
Aturan makan di luar ruangan di Manhattan akan dilanjutkan kembali pada Kamis malam, sementara pembaruan untuk empat wilayah (borough) lain di kota tersebut akan disampaikan pada sore hari, imbuh de Blasio.
Kendaraan penebar garam (salt spreader) dan pembersih salju (snow plow) akan terus bekerja sepanjang malam di New York City pada Kamis, menurut departemen kebersihan setempat. Sekolah-sekolah di New York City ditutup pada Kamis dan akan melanjutkan pembelajaran tatap muka pada Jumat (18/12). (ari/ant/Xinhua)
(Lihat juga Whatsapp Dekstop Bisa Telepon dan Video Call Mulai 2021)