Akibat Adanya Virus Corona Varian Baru di Eropa, Saudi Larang Penerbangan Internasional | tvOne
Arab Saudi - Otoritas Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional serta perbatasan darat selama sepekan kedepan. Keputusan itu diambil setelah ditemukannya jenis virus Covid-19 baru di Inggris.
Seorang sumber dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut, larangan baru itu bisa saja diperpanjang selama satu minggu lagi.
Bagi semua pihak yang telah tiba di Arab Saudi dari negara-negara Eropa maupun negara-negara lain tempat virus Covid-19 baru muncul, harus mengisolasi diri di rumah selama dua minggu. Adapun masyarakat yang mengunjungi negara-negara itu dalam tiga bulan terakhir perlu menjalani tes Covid-19.
Penutupan tidak berlaku untuk pergerakan barang, komoditas, dan rantai pasokan dari negara-negara di mana virus yang bermutasi belum muncul.
Meski penerbangan internasional ke Arab Saudi ditangguhkan, semua penerbangan asing yang saat ini berada di wilayah negara itu diperbolehkan untuk keluar.
Hal serupa juga dilakukan oleh otoritas Turki. Penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan ditangguhkan sementara. Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, menyebut, tingkat penularan virus dengan mutasi baru ini di Inggris meningkat.
Senada dengan Arab Saudi dan Turki, Otoritas Maroko juga menangguhkan lalu lintas udara dengan Inggris mulai Minggu (20/12) malam.
Sebelumnya, Pada hari Sabtu, pejabat kesehatan Inggris mengumumkan negara tersebut telah mengidentifikasi varian baru virus corona (Covid-19) yang 70 persen lebih dapat ditularkan daripada jenis virus Sars-Cov-2 lainnya.
Pemerintah Inggris praktis mengunci beberapa bagian negara, termasuk London, setelah mengakui lebih dari setengah kasus baru yang tercatat disebabkan oleh jenis baru ini. Ketika warga Inggris bergegas keluar dari daerah yang terkunci menjelang Natal, banyak negara memilih untuk menutup perbatasan dengan Inggris. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah impor jenis virus baru.
Varian virus corona baru tersebut disebut lebih mudah menginfeksi. Meski demikian, tampaknya mutasi baru itu tidak lebih mematikan atau menimbulkan kekhawatiran tentang vaksin. Mutasi tersebut juga telah terdeteksi di sejumlah negara, seperti Belanda, Denmark, Afrika Selatan, dan Australia. (ito)
(Lihat Juga: badai Salju dan angin kencang terjang AS, tercatat sebanyak 600 kecelakaan lalu lintas terjadi)