Pada Bangor! Remaja Pesta Balap Liar Merajalela, Polisi Geram | tvOne
Jakarta – Aksi balap liar marak dilakukan oleh remaja saat bulan Ramadan. Aparat kepolisian di sejumlah daerah melakukan razia balap liar karena meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.
Di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, aparat kepolisian melakukan razia balap liar di jalan raya Lengkong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Minggu (18/4) malam.
“Kita melaksanakan razia kendaraan bermotor dimana resahnya warga masyarakat, karena banyaknya dan munculnya balapan liar, terutama di kecamatan Trowulan,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander.
Belasan remaja yang melakukan aksi balap liar kocar kacir saat dikejar petugas kepolisian. Mereka panik saat mencoba kabur dari kejaran polisi.
Para pelaku balap liar terkejut karena melihat kedatangan aparat kepolisian dari dua arah. Bahkan sejumlah remaja melarikan diri ke semak-semak Karena telah dihadang kepolisian dari dua arah.
Setelah kejar kejaran, para remaja pelaku balap liar akhirnya berhasil diamankan polisi. Para remaja ini pun digiring ke Mapolres Mojokerto untuk dimintai keterangan.
Selain mengamankan joki balap liar, AKBP Dony mengatakan pihaknya juga mengamankan ratusan penonton balap liar beserta kendaraannya.
Aksi balap liar saat bulan Ramadan juga terjadi di kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Aksi balap liar kerap dilakukan di Jalan Gorontalo Outer Ring Road. Kepolisian yang mengetahui aksi balap liar langsung membubarkan kegiatan tersebut.
“Menurunkan personil melakukan kegiatan di sekitar Gorontalo Outer Ring Road, kami berhasil mengamankan 61 kendaraan roda dua. Ini akan kita lakukan terus selama Ramadan untuk megantisipasi kegiatan serupa,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes pol Wahyu Tri Cahyono.
Melihat petugas yang tiba di lokasi, sejumlah pelaku balap liar yang mayoritas masih remaja berupaya kabur. Selain melakukan kegiatan berbahaya para remaja ini juga tidak menggunakan helm dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.
Keberadaan balap liar ini meresahkan masyarakat di bulan Ramadan, apalagi saat beraksi para pembalap kerap menutup ruas jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
“Aksi balap liar ini selain merugikan diri sendiri, juga merugikan dan membahayakan orang lain, kata Kombes pol Wahyu. (ito)
(Lihat Juga: Emak-emak hadang balap liar, siapa yang berani lawan?)