Ragam Kuliner Khas Sumba yang Punya Cita Rasa Unik dan Autentik
- Istockphoto
Laura mengungkapkan bahwa ia langsung tertarik dengan suasana Sumba, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga keramahan masyarakatnya. Selama proses produksi, ia memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan warga setempat, termasuk para penenun kain tradisional.
Selain budaya, kuliner lokal juga menjadi bagian penting dari pengalamannya. Ia banyak menghabiskan waktu istirahat dengan menikmati hidangan, terutama makanan laut, sambil berbincang dengan warga. Aktivitas sederhana tersebut justru memberikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting.
Laura juga menilai bahwa Sumba memiliki daya tarik visual yang kuat untuk kebutuhan perfilman. Lingkungan yang alami dan estetik membuat hampir setiap sudut terlihat menarik di kamera.
Film Yohanna sendiri mengangkat kisah seorang suster muda yang menjalankan misi kemanusiaan di Sumba pasca bencana Badai Tropis Seroja.
Dalam cerita tersebut, karakter utama harus menghadapi berbagai tantangan sosial setelah bantuan yang dibawanya dirampas.
Film ini disutradarai oleh Razka Robby Ertanto dan merupakan hasil kolaborasi produksi antara Indonesia, Inggris, dan Italia. Karya tersebut juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan di festival film internasional sebelum dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026.
Kehadiran film ini secara tidak langsung turut memperkenalkan sisi lain Sumba, termasuk budaya dan kulinernya.
Melalui pengalaman para pemain dan latar cerita yang diangkat, publik dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat setempat berjalan, termasuk dalam hal makanan sehari-hari.
Secara keseluruhan, kuliner Sumba tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga mencerminkan cara hidup masyarakatnya. Dengan bahan sederhana dan proses tradisional, makanan khas daerah ini menjadi bagian penting dari identitas budaya yang kini mulai dikenal lebih luas. (udn)
Load more