Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis
- Gambar ilustrasi AI
Model seperti ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar memberikan pinjaman modal. Sebab dalam praktiknya, banyak pelaku usaha ultra mikro membutuhkan teman belajar sekaligus motivator agar mampu bertahan menjalankan usaha kecil mereka.
Pendekatan pemberdayaan tersebut kini menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia melalui ribuan kantor layanan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tercatat sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro telah mendapatkan akses pendampingan melalui 3.655 kantor layanan di berbagai provinsi.
Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki potensi berkembang, tetapi kesulitan bertahan karena keuangan usaha bercampur dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Melalui pertemuan kelompok rutin, para perempuan pelaku usaha mulai diajarkan pentingnya pencatatan sederhana, pengelolaan utang, hingga membangun kebiasaan menabung. Materi yang diberikan memang sederhana, tetapi dampaknya cukup besar bagi keberlangsungan usaha mereka.
Di sejumlah negara seperti Kanada dan Australia, pelatihan literasi keuangan perempuan terbukti meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga hingga 20 persen menurut laporan OECD.
Konsep serupa kini mulai diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan perempuan di Indonesia, terutama bagi sektor ultra mikro. Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, menilai perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.
Karena itu, pemberdayaan perempuan di sektor ultra mikro dianggap penting untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain aspek finansial, penguatan mental juga menjadi bagian penting. Banyak perempuan yang sebelumnya merasa minder perlahan mulai berani memasarkan produk, berbicara di depan kelompok, hingga mengambil keputusan bisnis sendiri.
Pendampingan rutin membuat mereka tidak merasa berjalan sendirian. Ada ruang diskusi untuk membicarakan kesulitan usaha, mencari solusi bersama, hingga saling memberi dukungan antaranggota kelompok.
Dalam banyak keluarga prasejahtera, usaha ultra mikro sering kali menjadi penyangga utama kebutuhan rumah tangga.
Meski skalanya kecil, penghasilan harian dari usaha rumahan mampu membantu biaya sekolah anak, kebutuhan pangan, hingga tagihan bulanan.
Load more