Bukan Cuma Ekonomi dan Teknologi, Ini Kunci Negara Maju Membangun SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Kemajuan sebuah bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang atau seberapa tinggi pertumbuhan ekonominya.
Di balik negara-negara yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia, terdapat investasi panjang terhadap manusia, terutama melalui pendidikan, keterampilan, karakter, dan budaya belajar yang terus berkembang.
Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga negara-negara Skandinavia menunjukkan bahwa pembangunan manusia menjadi bagian penting dari strategi kemajuan nasional.
Pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memperoleh ijazah, tetapi berlanjut melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, riset, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia kerja.
Persoalan tersebut semakin relevan ketika teknologi berkembang begitu cepat. Kehadiran kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, otomatisasi, dan teknologi hijau mengubah cara manusia bekerja sekaligus menciptakan kebutuhan terhadap keterampilan baru.
Karena itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak cukup hanya berorientasi pada jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitas, karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar.
Perubahan teknologi membuat keterampilan yang dibutuhkan industri terus bergerak. Kemampuan menggunakan perangkat digital, memahami data, berkomunikasi, memimpin, berkolaborasi, hingga memanfaatkan AI semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat konsep pembelajaran sepanjang hayat menjadi semakin penting. Seseorang tidak lagi dapat mengandalkan pengetahuan yang diperoleh ketika berada di bangku sekolah atau perguruan tinggi untuk menghadapi seluruh perjalanan kariernya.
Negara-negara dengan sistem pendidikan dan pelatihan yang kuat cenderung menempatkan peningkatan kompetensi sebagai proses berkelanjutan.
Dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu memiliki hubungan yang lebih erat agar keterampilan yang diajarkan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain keterampilan teknis, pembangunan manusia juga membutuhkan karakter. Kemampuan bekerja sama, bertanggung jawab, berintegritas, terbuka terhadap perubahan, serta mampu menyelesaikan persoalan menjadi modal penting dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks.
Menyiapkan Manusia untuk Indonesia Emas 2045
Tantangan pembangunan SDM Indonesia pada akhirnya bukan hanya bagaimana mencetak tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Lebih jauh, Indonesia membutuhkan manusia yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan menjadikannya sebagai alat untuk menciptakan manfaat.
Target Indonesia Emas 2045 juga membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan belajar, beradaptasi, berinovasi, sekaligus memiliki karakter kuat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi semakin penting.
- ist
Dalam konteks tersebut, berbagai inisiatif yang membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan SDM.
Kebutuhan terhadap SDM yang adaptif membuat dunia industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga memiliki peran dalam proses pengembangan kompetensi.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mempertemukan pekerja, profesional, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam ruang pembelajaran serta pertukaran pengetahuan.
Hal tersebut juga menjadi latar belakang United Tractors Tbk (UT) menghadirkan program UT untuk Kemajuan Indonesia. Program yang mengusung semangat “Tumbuh untuk Berdampak dan Berkarya dengan Karakter” dikembangkan sebagai ruang untuk belajar, bertukar perspektif, membangun karakter, sekaligus mendorong kontribusi kepada masyarakat.
“Gerakan ini untuk mengajak kita semua menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Kita dapat memulainya dari hal sederhana: terus belajar, berbagi ilmu, menjadi teladan, dan menggunakan apa yang kita miliki untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT, Ari Sutrisno.
Program tersebut mempertemukan berbagai generasi dan pemangku kepentingan melalui tiga pilar, yakni Learning Festival, Business Forum, serta Competition & Campaign.
Dalam Learning Festival, peserta memperoleh materi mengenai future-ready skills, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Sementara Business Forum menjadi ruang diskusi bagi pemimpin industri, profesional, dan pemangku kepentingan untuk membahas perubahan yang sedang terjadi di dunia kerja dan industri.
Topik yang diangkat mencakup transformasi tenaga kerja, kepemimpinan, kecerdasan buatan, digitalisasi, teknologi hijau, serta keberlanjutan.
Dampaknya akan sangat bergantung pada keberlanjutan program dan sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan maupun dunia kerja.
Budaya belajar harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sementara dunia industri dapat berkontribusi melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan perubahan zaman. (udn)
Load more